• Beranda
  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Produk
  • Pelatihan
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Produk
  • Pelatihan

Environmental Social Governance (ESG)

Jasa Laporan Keberlanjutan ESG dan Pengukuran Emisi Karbon

Jasa Laporan Keberlanjutan ESG dan Pengukuran Emisi Karbon

Environmental Social Governance (ESG), Jasa, Jasa Konsultan Sustainability, Konsultan Sustainability, Pelaporan ESG·April 17, 2026April 29, 2026

Laporan Keberlanjutan ESG dan Pengukuran Emisi Karbon 
Kredibel, Terukur, dan Siap Digunakan

Actia carbon membantu perusahaan menyusun laporan keberlanjutan ESG berbasis data, termasuk  pengukuran emisi karbon dan indikator keberlanjutan yang relevan. Laporan dapat disusun agar selaras dengan kebutuhan GRI, ISSB/PSPK, POJK, buyer global, dan strategi keberlanjutan perusahaan. Hasilnya: akses green financing, kontrak ekspor aman, dan reputasi perusahaan naik kelas.

Mulai Audit Gratis

97%

perusahaan tbk sudah wajib lapor ESG ke OJK

2026

CBAM EU berlaku penuh — ekspor Indonesia terancam

70%

investor global memutuskan investasi berdasar ESG

Sesuai POJK No.51/2017

Perpres 110/2025 Compliant

Standar GRI & ISSB

SNI ISO 14064 MRV

Siap Verifikasi Pihak Ketiga

Apakah Perusahaan Anda Sedang Mengalami Ini?

Laporan ESG yang belum tersusun dengan baik berpotensi membuat Anda kesulitan menjawab kebutuhan regulator, investor, buyer, dan stakeholder. Terutama ketika data lingkungan, sosial, tata kelola, serta emisi karbon belum terdokumentasi secara rapi dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Ekspor ke Eropa Membutuhkan Data Emisi yang Lebih Siap

CBAM (pajak karbon impor Uni Eropa) berlaku penuh mulai 2026. Importir UE perlu melaporkan data emisi yang sudah terverifikasi dan menyertakan sertifikat CBAM, pemasok di luar UE juga diminta menyediakan data emisi yang lebih lengkap.

⚠️ Risiko: permintaan data emisi dan biaya karbon dari buyer UE dapat meningkat.

Pinjaman Hijau & Green Bond Membutuhkan Data ESG yang Kredibel

Bank Mandiri, BNI, BRI sudah mensyaratkan laporan keberlanjutan ESG untuk pinjaman hijau (sustainability-linked loan) dengan bunga lebih rendah. Perusahaan biasanya diminta menunjukkan data ESG, target keberlanjutan, dan indikator kinerja yang dapat diverifikasi. Laporan ESG yang rapi dapat membantu proses penilaian tersebut.

 

⚠️ Risiko: peluang pembiayaan hijau lebih sulit dinilai tanpa data ESG yang memadai.

Kena Sanksi OJK & Regulator

POJK No.51/2017 sudah mewajibkan perusahaan publik, emiten, dan lembaga keuangan untuk menyusun serta menyampaikan laporan keberlanjutan setiap tahun. Bagi perusahaan yang termasuk dalam cakupan regulasi ini, keterlambatan atau ketidaksesuaian pelaporan berpotensi menerima sanksi administratif.

 

⚠️ Risiko: sanksi + reputasi turun

Investor Membutuhkan Data ESG yang Lebih Kredibel

Lebih dari 70% investor global kini menjadikan skor ESG sebagai syarat utama. Tanpa laporan ESG yang kredibel, saham Anda tidak masuk radar fund manager internasional.

 

⚠️ Dampak: valuasi lebih rendah dari kompetitor

Data Emisi Tidak Terstruktur, Laporan Diulang Tiap Tahun dari Nol

Banyak perusahaan menghabiskan 3–6 bulan setiap tahun hanya untuk mengumpulkan data emisi dari berbagai departemen — karena tidak ada sistem MRV yang benar sejak awal.

 ⚠️ Biaya tersembunyi: ratusan jam kerja per tahun

Kalah Tender & Kehilangan Kontrak Besar

Perusahaan multinasional (FMCG, manufaktur, tambang) kini mensyaratkan bukti emisi karbon dari rantai pasokan mereka. Tanpa dokumen MRV, Anda gugur di seleksi awal.

 ⚠️ Dampak: kehilangan kontrak potensial miliaran

Siapkan Data ESG Lebih Awal

Regulasi Perpres 110/2025 baru berlaku. CBAM baru masuk fase finansial. OJK sedang finalisasi aturan baru laporan keberlanjutan berbasis ISSB. Perusahaan yang menyiapkan data lebih awal akan siap menjawab kebutuhan regulator, buyer, investor, dan lembaga pembiayaan.

✓ Perpres 110/2025: MRV terintegrasi SRN wajib
✓ OJK 2026: aturan ISSB-aligned segera terbit
✓ CBAM: ekspor besi, baja, semen harus disertai data emisi

Actia Carbon Konsultan ESG - Laporan Rapi, Terukur, dan Siap Digunakan!

Actia membantu perusahaan membangun sistem dari pengukuran emisi aktual dan menyusun laporan ESG berbasis data. Mulai dari pengukuran emisi, pengelolaan data keberlanjutan, hingga penyusunan laporan yang dapat digunakan untuk kebutuhan investor, buyer, pembiayaan berkelanjutan, dan strategi bisnis perusahaan.

MRV + ESG dalam Satu Paket - Tidak Perlu 2 Vendor

Vendor lain hanya bisa audit energi atau membuat laporan ESG. Actia Carbon mengintegrasikan keduanya, data emisi real dari lapangan langsung menjadi angka yang valid di laporan ESG Anda. Dengan alur kerja yang terintegrasi, data lebih mudah ditelusuri, lebih konsisten, dan siap digunakan untuk laporan keberlanjutan.

Independen dan Berbasis Data

Rekomendasi kami murni berbasis data emisi aktual perusahaan Anda, bukan driven by upselling produk lain. Kredibilitas laporan kami lebih tinggi di mata investor dan regulator.

Laporan Siap Pakai dalam 60 Hari Kerja

Proses konvensional butuh 4–6 bulan. Dengan metodologi terstruktur dan template terstandarisasi Actia, laporan pertama Anda siap dalam 60 hari kerja. Durasi penyusunan disesuaikan dengan kesiapan data, cakupan laporan, dan kompleksitas perusahaan.

Chat Tim Actia Carbon

Sistem MRV yang Bisa Dipakai Sendiri Setelah Engagement

Kami tidak membuat Anda bergantung. Setelah engagement, Actia Carbon membantu menyiapkan alur pengumpulan data, template MRV, dan panduan kerja agar tim internal perusahaan dapat memperbarui data emisi secara lebih mandiri pada periode pelaporan berikutnya.

Data Emisi Bisa Langsung Digunakan untuk CBAM, ESG & Green Financing

Laporan kami dibuat dengan format yang diakui CBAM Uni Eropa dan memenuhi persyaratan sustainability-linked loan bank-bank besar Indonesia. Jadi satu laporan, bisa dipakai untuk beberapa keperluan sekaligus.

One Stop Solution untuk Audit Energi, MRV Emisi, dan Laporan ESG

Actia mengintegrasikan audit energi, MRV emisi, dan penyusunan laporan ESG dalam satu proses. Pendekatan ini membantu perusahaan menyiapkan data yang lebih konsisten untuk kebutuhan ESG, buyer global, pembiayaan berkelanjutan, dan pelaporan keberlanjutan.

70%+

investor global mewajibkan data ESG sebelum investasi. Data ESG yang tidak lengkap dan tidak konsisten akan menjadi hambatan.

60 Hari

Estimasi penyusunan laporan bergantung pada kesiapan data dan cakupan pekerjaan.

0.5–2%

Penghematan bunga pinjaman dengan sustainability-linked loan.

2026

CBAM memasuki fase definitif, standar pengungkapan keberlanjutan berbasis ISSB di Indonesia mulai efektif 2027.

Laporan ESG Rapi, Data MRV Siap!

Dengan laporan ESG dan MRV emisi yang terstruktur, perusahaan lebih siap menghadapi kebutuhan buyer, investor, regulator, dan peluang pembiayaan berkelanjutan.

🏦 Akses Pinjaman Hijau Bunga Lebih Murah

Bank Mandiri, BNI, BRI sudah menawarkan sustainability-linked loan dengan bunga lebih rendah 0.5–2% untuk perusahaan dengan laporan ESG terverifikasi. Selisih bunga ini bisa bernilai ratusan juta per tahun untuk pinjaman besar.
 

💰 ROI langsung terasa

📈Valuasi Perusahaan Naik di Mata Investor

Perusahaan dengan skor ESG tinggi mendapat premium valuasi dari investor institusional global. Laporan keberlanjutan kredibel = akses ke pool investor yang lebih besar dan lebih kaya.
 
📊 Naikkan valuasi perusahaan

🌍 Ekspor ke Eropa & Jepang Tanpa Hambatan

Data emisi terverifikasi membuat produk Anda lolos CBAM Uni Eropa dan persyaratan rantai pasokan dekarbonisasi Jepang. Kontrak ekspor yang selama ini terancam bisa diamankan.
 
📦 Lindungi revenue ekspor

💡Potensi Kredit Karbon dari Pengurangan Emisi

Setelah baseline emisi terukur dengan benar, setiap pengurangan emisi yang Anda lakukan bisa dimonetisasi sebagai kredit karbon melalui bursa karbon Indonesia (IDX Carbon) — pendapatan tambahan yang sebelumnya tidak terlihat.
 
🌿 Revenue baru dari karbon

✅Bebas Kekhawatiran Sanksi OJK & Regulator

Laporan keberlanjutan dan pengukuran emisi karbon dari Actia memenuhi POJK 51/2017, SEOJK 16/2021, dan siap untuk aturan OJK baru berbasis ISSB yang akan terbit 2026. Sekali engagement, compliance terjaga selama beberapa tahun.
 
🛡️ Zero risiko regulasi

🤝Menang Tender & Kontrak Rantai Pasokan Premium

Perusahaan multinasional di sektor FMCG, otomotif, dan manufaktur kini mensyaratkan data emisi dari pemasok mereka. Sertifikasi MRV Anda membuka pintu kontrak yang sebelumnya tidak bisa diikuti.
 
🎯 Perluas pasar B2B

Transformasi Nyata Setelah Engagement Actia Carbon

❌Sebelum: Tanpa MRV & ESG Report

💸Bayar bunga pinjaman reguler — lebih mahal dari kompetitor yang punya green loan

🚫Ekspor ke Eropa terancam kena tarif tambahan CBAM mulai 2026

📋Risiko sanksi OJK dan reputasi buruk di pasar modal

📉Investor asing tidak melirik saham Anda — valuasi tertahan

⏰Tim internal habis waktu kumpulkan data dari nol setiap tahun

❓Tidak tahu berapa emisi karbon perusahaan Anda sebenarnya

✅Sesudah: Dengan MRV & ESG Report Actia

✅Akses sustainability-linked loan — hemat bunga ratusan juta per tahun

✅Data emisi terverifikasi untuk CBAM — ekspor ke Eropa aman dan kompetitif

✅Compliant penuh dengan OJK, Perpres 110/2025, dan standar internasional

✅Skor ESG meningkat — radar investor institusional global menyala

✅Sistem MRV internal siap jalan — update tahunan jadi mudah dan cepat

✅Baseline emisi terukur — potensi kredit karbon siap dimonetisasi

Proses Simpel — Selesai 60 Hari

Anda tidak perlu siapkan apapun dari awal. Tim kami yang handle segalanya.

  • Kick-off & Scoping
    Review data energi, operasi, dan target regulasi perusahaan Anda Minggu 1
  • Pengukuran Emisi (MRV)
    Tim lapangan mengukur emisi Scope 1, 2, dan 3 sesuai SNI ISO 14064 Minggu 2–4
  • Analisis & Benchmarking
    Bandingkan data emisi Anda dengan industri sejenis & regulasi berlaku Minggu 4–6
  • Susun ESG/Sustainability Report
    Draft laporan sesuai GRI Standards & SEOJK, siap untuk OJK dan investor Minggu 6–8
  • Handover & Capacity Building
    Laporan final + sistem MRV diserahkan + tim Anda dilatih untuk update mandiri Minggu 8+
Training

Masih Ada Pertanyaan Tentang Laporan Keberlanjutan?

Apa bedanya jasa Actia dengan konsultan ESG biasa?

Konsultan ESG biasa hanya membantu mengisi template laporan dengan data yang Anda berikan — tanpa verifikasi data emisi dari lapangan. Actia Carbon melakukan pengukuran emisi aktual (MRV) terlebih dahulu, lalu data terverifikasi itu menjadi backbone laporan ESG Anda. Hasilnya: laporan yang kredibel dan diterima regulator, investor, dan buyer internasional.

Apakah laporan kami bisa langsung diterima OJK?

Ya. Laporan kami disusun sesuai POJK No.51/2017, SEOJK No.16/2021, standar GRI (Global Reporting Initiative), dan mengadopsi framework ISSB yang akan diwajibkan OJK mulai 2026. Kami juga menyertakan disclosure emisi sesuai Perpres 110/2025 untuk kepatuhan penuh.

Apakah perusahaan non-Tbk juga perlu laporan ESG?

Secara regulasi, POJK 51/2017 mewajibkan perusahaan publik/emiten. Namun perusahaan swasta non-Tbk sangat diuntungkan dengan laporan ESG karena: (1) bisa akses green financing dari bank, (2) bisa mengikuti tender perusahaan besar yang mensyaratkan data emisi rantai pasokan, (3) mempersiapkan diri untuk IPO atau ekspansi ke pasar internasional.

Berapa lama proses dari awal sampai laporan selesai?
Apakah data emisi kami bisa dipakai untuk keperluan CBAM Uni Eropa?
Setelah engagement selesai, apa kami harus bayar lagi setiap tahun?
Berapa lama proses dari awal sampai laporan selesai?

Proses standar membutuhkan 60 hari kerja dari kick-off hingga laporan final diserahkan. Untuk proyek dengan banyak fasilitas atau scope yang lebih luas, bisa mencapai 90 hari. Ini jauh lebih cepat dari rata-rata industri yang membutuhkan 4–6 bulan.

Apakah data emisi kami bisa dipakai untuk keperluan CBAM Uni Eropa?

Ya, khusus untuk sektor yang tercakup CBAM (besi, baja, aluminium, semen, pupuk, listrik, dan hidrogen). Data emisi MRV kami disusun sesuai metodologi yang kompatibel dengan persyaratan pelaporan CBAM Regulation (EU) 2023/956. Importir EU yang membeli produk Anda bisa langsung menggunakan data ini untuk pengajuan CBAM certificate.

Setelah engagement selesai, apa kami harus bayar lagi setiap tahun?

Tidak harus. Bagian dari paket Actia adalah transfer sistem dan capacity building — tim internal Anda dilatih untuk bisa update data emisi dan laporan tahunan secara mandiri. Kami juga menyediakan paket annual maintenance opsional untuk review dan validasi data jika Anda ingin dukungan berkelanjutan.

MULAI SEKARANG

Siap Jadikan ESG Report Aset Bisnis Anda?

Konsultasi 30 menit gratis dengan tim ahli Actia Carbon. Kami analisis kebutuhan spesifik perusahaan Anda dan jelaskan langkah konkret yang perlu diambil — tanpa basa-basi, tanpa komitmen.

Daftar Konsultasi Gratis
Audit Kualitas Udara Dalam Ruangan (IAQ) dan Ventilasi untuk Gedung yang Lebih Sehat, Nyaman, dan Hemat Energi

Audit Kualitas Udara Dalam Ruangan (IAQ) dan Ventilasi untuk Gedung yang Lebih Sehat, Nyaman, dan Hemat Energi

Efisiensi Energi, Environmental Social Governance (ESG), Jasa, Jasa Konsultan Sustainability, Konsultan Sustainability·April 10, 2026April 17, 2026

Audit Kualitas Udara Dalam Ruangan (IAQ) dan Ventilasi untuk Gedung yang Lebih Sehat, Nyaman, dan Hemat Energi

Gedung yang terlihat rapi dan terasa dingin belum tentu memiliki kualitas udara dalam ruang yang baik.

Di banyak rumah sakit, kantor komersial, dan hotel, masalah justru muncul dari hal yang tidak langsung terlihat. Ruangan terasa pengap, suhu sulit stabil, penghuni cepat lelah, komplain bertambah, dan biaya energi naik tanpa penyebab yang benar-benar terbaca.

Jika kondisi ini dibiarkan, risikonya bukan hanya soal kenyamanan. Kualitas udara dalam ruang yang buruk dapat memengaruhi kesehatan penghuni, pengalaman pengguna gedung, dan performa operasional harian. EPA menjelaskan bahwa ventilasi yang tidak memadai dapat meningkatkan kadar polutan di dalam ruang karena udara luar tidak cukup masuk untuk mengencerkan emisi dari dalam bangunan.

Audit IAQ dan ventilasi dibutuhkan untuk mencari tahu apakah sistem masih menyala, dan untuk memastikan apakah bangunan benar-benar sehat digunakan, nyaman dihuni, dan efisien dijalankan.

Gedung Bisa Tetap Beroperasi, Tetapi Kualitas Udaranya Belum Tentu Baik

Banyak fasilitas baru menyadari ada masalah setelah keluhan mulai sering muncul. Padahal, tanda-tandanya biasanya sudah ada lebih dulu.

Untuk rumah sakit, kualitas udara yang tidak terkelola baik dapat menambah tantangan dalam menjaga lingkungan indoor yang aman dan terkendali. CDC menegaskan bahwa praktik ventilasi indoor yang baik dapat menurunkan konsentrasi partikel virus di udara dan mengurangi paparan penghuni terhadap risiko yang terbawa udara.

Untuk kantor komersial, udara yang pengap dan ventilasi yang tidak optimal dapat memengaruhi fokus, kenyamanan, dan kualitas kerja sehari-hari. World Green Building Council merangkum studi yang menunjukkan bahwa peningkatan ventilasi berkaitan dengan kenaikan produktivitas hingga 11%, sementara meta-analisis lain menunjukkan kualitas udara yang buruk dapat menurunkan performa kerja hingga sekitar 10%. Harvard Healthy Buildings juga melaporkan bahwa kenaikan CO2 sebesar 500 ppm berkaitan dengan respons yang lebih lambat dan throughput kognitif yang lebih rendah.

Untuk hotel, kualitas udara tidak hanya memengaruhi kenyamanan kamar, tetapi juga pengalaman tamu secara keseluruhan. Ruang yang terasa lembap, pengap, atau tidak segar sering kali langsung memengaruhi persepsi terhadap kualitas fasilitas.

Itu sebabnya IAQ tidak lagi bisa dipandang sebagai isu teknis yang berdiri sendiri. IAQ sudah menjadi bagian dari kualitas layanan, efisiensi operasional, dan citra bangunan secara keseluruhan.

Masalahnya Sering Bukan Sekadar AC Kurang Dingin

Di lapangan, banyak bangunan mencoba menyelesaikan masalah dengan cara tercepat. Suhu AC diturunkan. Jam operasi diperpanjang. Aliran udara ditambah.

Cara seperti ini memang kadang memberi efek sesaat. Namun, sering kali hanya meredakan gejalanya, bukan menyelesaikan sumber masalahnya.

Akar persoalannya bisa berasal dari ventilasi yang tidak optimal, distribusi udara yang tidak merata, filtrasi yang belum tepat, atau pengaturan HVAC yang sudah tidak sesuai dengan pola penggunaan ruang saat ini. EPA menyebut ventilasi yang tidak memadai, kelembapan tinggi, dan akumulasi polutan sebagai penyebab utama masalah kualitas udara dalam ruang.

Akibatnya, sistem bekerja lebih berat dari yang seharusnya. Energi naik, tetapi kualitas ruang belum tentu membaik secara signifikan.

Kalau sudah seperti ini, keputusan yang paling mahal biasanya bukan biaya upgrade sistem. Yang paling mahal justru perbaikan yang dilakukan tanpa diagnosis yang benar.

Butuh Bantuan Audit Kualitas Udara Dalam Ruangan (IAQ) dan Ventilasi?

Sebagai konsultan sustainability, Actia melihat IAQ dan ventilasi bukan hanya dari sisi alat, tetapi dari sisi performa bangunan secara menyeluruh.

Kami membantu membaca bagaimana udara bergerak, bagaimana sistem HVAC bekerja, area mana yang berisiko menimbulkan keluhan, dan langkah mana yang paling layak diprioritaskan.

Pendekatan ini penting karena setiap bangunan punya kebutuhan berbeda. Rumah sakit membutuhkan kontrol lingkungan yang lebih sensitif. Kantor komersial membutuhkan ruang yang mendukung produktivitas. Hotel membutuhkan kualitas ruang yang konsisten agar pengalaman tamu tetap terjaga.

Melalui audit IAQ dan ventilasi, kondisi gedung dapat dinilai lebih objektif. Area yang pengap bisa diidentifikasi. Distribusi udara yang tidak merata bisa terlihat. Sistem yang boros tetapi tidak memberi hasil sepadan juga bisa diketahui lebih awal.

Dari sana, rekomendasi perbaikannya menjadi lebih jelas. Mana yang cukup dioptimalkan. Mana yang perlu disesuaikan. Mana yang memang sudah saatnya ditingkatkan.

Hasilnya bukan sekadar laporan. Hasilnya adalah dasar pengambilan keputusan yang lebih tenang, lebih terukur, dan lebih masuk akal secara bisnis.

Ventilasi Modern Bisa Membantu Kualitas Udara Tanpa Membebani Energi Secara Berlebihan

Masih banyak yang menganggap udara segar selalu berarti biaya energi yang lebih tinggi. Dalam praktiknya, hal itu bisa terjadi jika sistem ventilasinya tidak dirancang atau dioptimalkan dengan benar.

Namun, pendekatan ventilasi modern justru dikembangkan untuk mencari titik seimbang antara udara segar, kenyamanan ruang, dan efisiensi energi.

Departemen Energi Amerika Serikat menjelaskan bahwa energy recovery ventilation memberi cara ventilasi yang lebih terkontrol sambil meminimalkan kehilangan energi. Sistem ini memanfaatkan energi dari udara buangan untuk membantu mengondisikan udara segar yang masuk. Pada sistem tertentu, pemulihan energi dapat mencapai sekitar 70% hingga 80% dari energi udara keluar, meski keekonomiannya tetap bergantung pada iklim dan kondisi bangunan.

Artinya, solusi terbaik tidak selalu berarti mengganti seluruh sistem dari nol. Dalam banyak kasus, hasil yang lebih efektif justru datang dari audit yang tepat, pengaturan ulang kontrol, optimasi ventilasi, perbaikan distribusi udara, dan pemilihan teknologi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan gedung.

Relevan untuk Operasional, Kepatuhan, dan ESG

Hari ini, pengelolaan bangunan dituntut semakin terukur. Tidak cukup hanya berfungsi. Gedung juga perlu sehat, efisien, dan siap menjawab tuntutan tata kelola yang lebih baik.

Di Indonesia, arah regulasinya juga semakin jelas. Untuk lingkungan kerja perkantoran, ada Permenkes No. 48 Tahun 2016 tentang Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perkantoran. Untuk rumah sakit, ada Permenkes No. 40 Tahun 2022 tentang Persyaratan Teknis Bangunan, Prasarana, dan Peralatan Kesehatan Rumah Sakit. Dari sisi bangunan gedung hijau, ada Permen PUPR No. 21 Tahun 2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau.

Bagi tim operasional, audit IAQ dan ventilasi membantu membaca akar masalah sebelum komplain dan pemborosan energi menjadi lebih besar.

Bagi tim manajemen dan ESG, langkah ini memberi dasar yang lebih kuat untuk menyusun prioritas peningkatan gedung yang sehat, efisien, dan lebih siap mendukung target keberlanjutan perusahaan.

Mulai dari Audit yang Tepat Sebelum Risiko dan Biaya Terus Membesar

Banyak gedung baru bergerak setelah masalah terasa berat. Padahal, langkah yang lebih cerdas adalah mengecek kondisinya lebih awal.

Audit IAQ dan ventilasi membantu Anda memahami kondisi aktual bangunan, mengetahui titik masalah yang paling mendesak, dan melihat peluang peningkatan yang memang layak dijalankan.

Jika Anda sedang mencari mitra yang memahami kualitas udara, ventilasi, efisiensi energi, dan kebutuhan bangunan secara lebih menyeluruh, kami siap membantu.

Bangunan yang sehat bukan hanya lebih nyaman dipakai. Bangunan yang sehat juga lebih efisien dikelola, lebih meyakinkan bagi penghuni, dan lebih siap mendukung target ESG perusahaan.

Jadwalkan Audit IAQ dan Ventilasi sekarang untuk mengetahui kondisi gedung Anda secara lebih jelas, sebelum risiko dan biaya operasional tumbuh lebih besar dari yang terlihat.

Konsultasi Sekarang!
ESG Services: Develop Your Strategies

ESG Services: Develop Your Strategies

Jasa, Environmental Social Governance (ESG), Pelaporan ESG·May 28, 2025June 10, 2025

ESG Services

Develop your strategies

As the world undergoes a global transformation toward sustainable development, companies are facing a new reality. Business success is no longer solely measured by financial performance, but also by how well an organization manages its environmental, social, and governance (ESG) impacts. ESG has become a strategic framework capturing the attention of global investors, regulators, and increasingly conscious consumers.

What is ESG and Why Does It Matter?

ESG stands for Environmental, Social, and Governance. A framework used to evaluate a company’s sustainability, ethics, and accountability. As stakeholders grow more conscious of climate, equity, and transparency, ESG has become an essential consideration in business operations and investment decisions:

  • Environmental: Assesses how a company impacts and manages the environment. Carbon emissions, waste, energy use, resource efficiency, biodiversity, and supply chain sustainability.
  • Social: Focuses on relationships with employees, local communities, suppliers, and broader social responsibilities such as human rights, workplace safety, and diversity.
  • Governance: Evaluates leadership structures, integrity, transparency, risk management, and compliance with laws and regulations.

While ESG was once viewed as a voluntary initiative, today it is a strategic tool for long-term value creation and risk management.

The Benefits of ESG Implementation

Many companies perceive ESG as an added burden. However, based on our extensive experience supporting organizations of all sizes—from SMEs to multinational corporations—the benefits often exceed expectations:

  1. Easier Access to Capital
    Institutional investors are placing greater emphasis on ESG credentials. Companies with robust ESG disclosures are more likely to secure funding with better terms and longer tenures.

  2. Enhanced Reputation and Consumer Loyalty
    Modern consumers, especially younger generations, favor brands that demonstrate sustainability and ethical values. A strong ESG profile enhances brand equity and customer trust.

  3. Operational and Legal Risk Mitigation
    Through ESG, businesses can proactively identify and address risks such as environmental disasters, labor disputes, and governance failures that could disrupt operations.

  4. Efficiency and Innovation
    ESG encourages the adoption of more efficient and innovative business models—driving cost savings and long-term competitiveness.
esg

Strategic Path to ESG Integration

We recommend a phased, strategic approach for building an effective ESG program:

  1. Initial Assessment & Materiality Mapping
    Identify the ESG issues most relevant to your business and stakeholders through impact mapping and stakeholder engagement.
  1. ESG Policy & Strategy Development
    Create a comprehensive ESG framework that includes a vision, mission, key performance indicators (KPIs), and an implementation roadmap.
  1. Building ESG Reporting Systems
    Utilize tools and methodologies aligned with global standards (e.g., GRI) to collect and report ESG data accurately.
  1. Third-Party Audits & Certifications
    Engage independent bodies to validate your ESG performance. Certifications enhance credibility and transparency with investors and regulators.
  1. Stakeholder Communication and Engagement
    Publish your sustainability report through official channels and establish ongoing dialogue with employees, partners, and the surrounding community.

Common Challenges in ESG Implementation

Despite its benefits, ESG adoption is not without hurdles. Here are some frequent challenges faced by companies:

  • Lack of Internal Awareness
    Many management teams lack a clear understanding of ESG principles and their strategic value, often reducing ESG to a checkbox exercise.
  • Data and Reporting System Gaps
    Accurate and consistent data is the backbone of ESG, yet many companies lack proper systems for tracking emissions, social impacts, or governance performance.
  • Unclear Standards and Frameworks
    With numerous global frameworks (GRI, SASB, TCFD), businesses often struggle to identify the most relevant ones without expert guidance.
  • Time Consuming Process
    Creating a compliant ESG report can take months. Without prior experience, internal teams may become overwhelmed and lose focus on core operations.

Why ACTIA?

Prepare your business for ESG transformation with the support of seasoned professionals. Why choose us?

We have deep expertise in international ESG frameworks, including TCFD, GRI, SBTi, IPCC, and the GHG Protocol.

Our team comprises experienced, multidisciplinary professionals who have handled cross-sectoral ESG projects from extractive industries to manufacturing and services.

With a data-driven approach, we develop structured, audit-ready ESG reports that cover carbon emissions (GHG), social impact, and governance performance.

4. We deliver professional-grade reporting, supported by clear communication, collaborative workflows, and a commitment to timely, high-quality results.

ESG is no longer just a moral responsibility, it’s a strategic asset that defines your company’s resilience and relevance in the future. As consultants, we believe every organization can begin its journey toward sustainability. ESG is not about being perfect, it’s about being transparent, committed, and continuously improving.

Need help developing your ESG strategy, preparing sustainability reports, or conducting an internal audit?

Contact ACTIA for a free initial consultation and discover how ESG can become your company’s competitive advantage.

Contact Us Now
Jasa Pendampingan Environmental Social Governance (ESG) Sektor Industri Besi dan Baja

Jasa Pendampingan Environmental Social Governance (ESG) Sektor Industri Besi dan Baja

Environmental Social Governance (ESG)·August 22, 2024August 21, 2024

Environmental Social Governance (ESG) adalah kerangka kerja yang digunakan untuk mengukur dan mengelola kinerja perusahaan dalam hal lingkungan, sosial, dan tata kelola. ESG mencakup berbagai aspek seperti pengelolaan limbah, emisi gas rumah kaca, hak-hak pekerja, dan transparansi dalam tata kelola perusahaan. Fakta menunjukkan bahwa perusahaan yang menerapkan ESG cenderung memiliki kinerja finansial yang lebih baik dan lebih tahan terhadap risiko.

Pentingnya penerapan ESG dalam industri besi dan baja tidak bisa diabaikan. Industri ini dikenal memiliki dampak yang cukup besar terhadap lingkungan, mulai dari emisi gas rumah kaca, penggunaan energi yang tinggi, hingga limbah industri yang berpotensi mencemari lingkungan. Oleh karena itu, penerapan ESG dapat membantu industri besi dan baja untuk mengurangi dampak negatif tersebut dan meningkatkan keberlanjutan operasional.

Tujuan Utama Environmental Social Governance (ESG)

  1. Melindungi Lingkungan
  • Mengurangi Jejak Karbon: Perusahaan diharapkan untuk meminimalkan emisi karbon mereka dan berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim.
  • Pengelolaan Sumber Daya: Penggunaan sumber daya yang efisien dan berkelanjutan, seperti air dan energi, adalah fokus utama.
  • Pengurangan Limbah: Mengurangi limbah produksi dan mempromosikan daur ulang serta penggunaan kembali.
  1. Meningkatkan Kesejahteraan Sosial
  • Hak Asasi Manusia: Perusahaan harus memastikan tidak adanya pelanggaran hak asasi manusia dalam operasi mereka, termasuk rantai pasokan.
  • Kesejahteraan Karyawan: Kebijakan yang mendukung kesehatan dan keselamatan karyawan, serta keseimbangan kerja-hidup.
  • Dampak Sosial Positif: Berkontribusi pada masyarakat melalui inisiatif sosial dan kegiatan filantropi.
  1. Tata Kelola yang Baik
  • Transparansi dan Akuntabilitas: Perusahaan harus menjaga praktik bisnis yang transparan dan akuntabel kepada pemangku kepentingan.
  • Etika Bisnis: Memastikan bahwa semua operasi dilakukan dengan integritas dan etika yang tinggi.
  • Kepemimpinan yang Bertanggung Jawab: Dewan direksi dan manajemen harus bertindak demi kepentingan jangka panjang perusahaan.

Alasan Pentingnya Environmental Social Governance (ESG) dalam Sektor Industri Besi dan Baja

  1. Mengurangi Dampak Lingkungan
    • Emisi Gas Rumah Kaca: Industri besi dan baja merupakan salah satu penyumbang terbesar emisi CO2.
    • Pengelolaan Limbah: Limbah dari proses produksi harus dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan.
  2. Meningkatkan Efisiensi Energi
    • Konsumsi Energi: Memanfaatkan teknologi untuk mengurangi konsumsi energi dapat menekan biaya produksi.
  3. Mematuhi Peraturan
    • Regulasi Lingkungan: Mematuhi peraturan yang berlaku dapat menghindarkan perusahaan dari sanksi.
  4. Meningkatkan Citra Baik Perusahaan
    • Reputasi: Perusahaan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan cenderung memiliki citra yang lebih baik di mata publik.
  5. Menarik Investor
    • Daya Tarik: Investor cenderung tertarik pada perusahaan yang memiliki kinerja ESG yang baik.

Saran Penerapan Environmental Social Governance (ESG) untuk Sektor Industri Besi dan Baja

  1. Audit Lingkungan
  • Melakukan audit lingkungan secara berkala untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan.
  1. Penggunaan Teknologi Ramah Lingkungan
  • Memanfaatkan teknologi yang dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan konsumsi energi.
  1. Pengelolaan Limbah yang Efektif
  • Menerapkan sistem pengelolaan limbah yang efektif untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
  1. Keterlibatan Stakeholder
  • Melibatkan semua pihak terkait dalam penerapan ESG untuk memastikan keberhasilan program.
  1. Pelatihan dan Edukasi
  • Mengadakan pelatihan dan edukasi bagi karyawan mengenai pentingnya penerapan ESG.

Keuntungan Mendapat Pendampingan Environmental Social Governance (ESG) dari Actia

Actia adalah konsultan handal yang berpengalaman dalam pendampingan penerapan ESG untuk berbagai industri, termasuk industri besi dan baja. Berikut adalah beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dengan menggunakan jasa pendampingan dari Actia:

  1. Pendampingan Ahli
    • Actia memiliki tim ahli yang berpengalaman dalam bidang ESG, sehingga dapat memberikan solusi yang tepat dan efektif.
  2. Audit dan Penilaian
    • Actia akan melakukan audit dan penilaian awal untuk mengetahui kondisi perusahaan dan area yang perlu perbaikan.
  3. Strategi yang Disesuaikan
    • Actia akan menyusun strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi perusahaan.
  4. Pelatihan dan Edukasi
    • Actia menyediakan pelatihan dan edukasi bagi karyawan mengenai pentingnya penerapan ESG.
  5. Monitoring dan Evaluasi
    • Actia akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa penerapan ESG berjalan dengan baik.

Program Environmental Social Governance (ESG) 10 Perusahaan di Sektor Industri Besi dan Baja di Indonesia

  1. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk

PT Krakatau Steel menerapkan program ESG (Environmental, Social, and Governance) dengan fokus pada:

  • Pengelolaan Lingkungan: Mengurangi emisi karbon melalui teknologi ramah lingkungan.
  • Tanggung Jawab Sosial: Pemberdayaan komunitas sekitar pabrik melalui program pendidikan dan kesehatan.
  • Tata Kelola Perusahaan: Transparansi dalam laporan keuangan dan praktek bisnis yang etis.
  1. PT Gunung Raja Paksi Tbk
  • Pengelolaan Limbah Industri: Daur ulang limbah produksi untuk menjaga kelestarian lingkungan.
  • Kesejahteraan Karyawan: Penyediaan fasilitas kesehatan dan keselamatan kerja.
  • Etika Bisnis: Penerapan kebijakan anti-korupsi dan anti-suap.
  1. PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (SPINDO)
  • Pengurangan Emisi: Implementasi sistem kontrol polusi udara yang canggih.
  • Pemberdayaan Masyarakat: Pelatihan keterampilan bagi penduduk setempat.
  • Tata Kelola yang Baik: Kepatuhan terhadap regulasi dan standar internasional.
  1. PT Lion Metal Works Tbk
  • Penghematan Energi: Penggunaan energi terbarukan dalam proses produksi.
  • Keterlibatan Sosial: Mendukung pendidikan bagi anak-anak di sekitar area operasi.
  • Praktek Bisnis Berkelanjutan: Audit berkala untuk memastikan kepatuhan ESG.
  1. PT Jaya Pari Steel Tbk
  • Manajemen Air: Pengolahan air limbah untuk mencegah pencemaran.
  • Kesehatan dan Keselamatan: Program keselamatan kerja untuk mengurangi kecelakaan.
  • Transparansi: Laporan ESG rutin kepada pemegang saham.
  1. PT Growth Steel Group
  • Konservasi Sumber Daya: Mengurangi konsumsi bahan baku dan energi.
  • Komunitas: Program CSR yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan.
  • Governance: Kebijakan yang mendukung keberlanjutan dan anti-suap.
  1. PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk
  • Pengelolaan Emisi: Pemantauan dan pengurangan emisi gas rumah kaca.
  • Pengembangan Masyarakat: Investasi dalam infrastruktur komunitas.
  • Kepatuhan Hukum: Memastikan operasi sesuai dengan peraturan setempat dan internasional.
  1. PT The Master Steel Mfc.
  • Pengurangan Limbah: Proses daur ulang untuk mengurangi limbah produksi.
  • Kesejahteraan Sosial: Program kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat sekitar.
  • Standar Etika: Komitmen terhadap praktik bisnis yang transparan dan bertanggung jawab.
  1. PT Hanil Jaya Steel
  • Pengelolaan Energi: Menggunakan teknologi hemat energi dalam produksi.
  • Tanggung Jawab Sosial: Mendukung kegiatan sosial dan ekonomi lokal.
  • Tata Kelola yang Baik: Implementasi kebijakan anti-korupsi dan transparansi.
  1. PT Gunung Garuda Steel
  • Pengelolaan Lingkungan: Inisiatif untuk mengurangi dampak lingkungan dari operasi.
  • Komunitas: Program pelatihan dan pendidikan untuk masyarakat sekitar.
  • Etika dan Tata Kelola: Menegakkan standar tinggi dalam praktik bisnis dan kepatuhan hukum.

Cara Menerapkan Environmental Social Governance (ESG) dalam Sektor Industri Besi dan Baja

  1. Penilaian Awal
    • Melakukan penilaian awal untuk mengetahui kondisi saat ini dan area yang perlu perbaikan.
  2. Perencanaan dan Strategi
    • Menyusun rencana dan strategi untuk menerapkan ESG dalam operasional perusahaan.
  3. Implementasi
    • Melaksanakan rencana dan strategi yang telah disusun dengan melibatkan semua pihak terkait.
  4. Monitoring dan Evaluasi
    • Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa penerapan ESG berjalan dengan baik.
  5. Pelaporan
    • Menyusun laporan ESG yang transparan dan akurat untuk disampaikan kepada stakeholder.

Dengan penerapan ESG yang baik, industri besi dan baja tidak hanya dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional, mematuhi peraturan, dan meningkatkan citra perusahaan. Actia siap mendampingi perusahaan Anda untuk menerapkan program ESG. Klik di sini!

 

Jasa Pendampingan Environmental Social Governance (ESG) Industri Sektor Barang dari Gips untuk Konstruksi

Jasa Pendampingan Environmental Social Governance (ESG) Industri Sektor Barang dari Gips untuk Konstruksi

Environmental Social Governance (ESG)·August 14, 2024

Environmental Social Governance (ESG) semakin populer dalam dunia industri. ESG mencakup tiga aspek utama: environmental (lingkungan), social (sosial), dan governance (tata kelola). Ketiganya menjadi parameter utama dalam menilai kinerja dan keberlanjutan suatu perusahaan. ESG tidak hanya penting untuk keberlanjutan lingkungan, tetapi juga untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat.

Industri barang dari gips untuk konstruksi memiliki potensi dampak lingkungan yang besar jika tidak dikelola dengan baik. Tidak dapat dipungkiri bahwa industri yang menerapkan ESG cenderung memiliki kinerja yang lebih baik dalam jangka panjang dan lebih menarik bagi investor.

 

Pentingnya Environmental Social Governance (ESG) untuk Industri Barang dari Gips untuk Konstruksi

Industri barang dari gips untuk konstruksi, yang memiliki kode KBLI 23954, mencakup produksi barang-barang dari gips yang digunakan dalam konstruksi, seperti papan, lembaran, dan panel. Selain itu, industri ini juga mencakup produksi bahan bangunan dari substansi tumbuh-tumbuhan yang disatukan dengan plester gips. Penerapan ESG dalam industri ini sangat penting karena beberapa alasan:

  1. Ketaatan Peraturan
    • Memastikan perusahaan mematuhi semua peraturan lingkungan yang berlaku.
    • Menghindari sanksi dan denda dari pemerintah.
  2. Pengelolaan Lingkungan
    • Mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan melalui praktik produksi yang berkelanjutan.
    • Meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi karbon.
  3. Tanggung Jawab Sosial
    • Meningkatkan kesejahteraan pekerja dan komunitas sekitar.
    • Menjalankan program CSR yang bermanfaat bagi masyarakat.
  4. Tata Kelola yang Baik
    • Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan.
    • Menciptakan struktur manajemen yang baik dan bertanggung jawab.
  5. Daya Saing di Pasar
    • Menarik lebih banyak investor dan pelanggan yang peduli dengan keberlanjutan.
    • Meningkatkan reputasi dan citra perusahaan.

 

6 Alasan Environmental Social Governance (ESG) Populer di Dunia Industri

Dalam beberapa tahun terakhir, Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menjadi topik utama dalam dunia industri. ESG mencakup tiga faktor utama yang digunakan untuk mengukur keberlanjutan dan dampak etis dari sebuah perusahaan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa ESG menjadi tren yang sangat penting dalam dunia industri saat ini.

  1. Pengaruh Perubahan Iklim dan Keberlanjutan
  • Perubahan Iklim: Semakin meningkatnya kesadaran akan perubahan iklim membuat banyak perusahaan berfokus pada pengurangan jejak karbon mereka.
  • Keberlanjutan: Perusahaan yang menerapkan praktik berkelanjutan cenderung lebih diminati oleh konsumen yang peduli lingkungan.
  1. Kebijakan Pemerintah
  • Kebijakan Lingkungan: tidak hanya di Indonesia, bahkan pemerintah di seluruh dunia menerapkan regulasi ketat mengenai emisi dan pengelolaan limbah.
  • Inisiatif Global: Perjanjian internasional seperti Perjanjian Paris telah mendorong perusahaan untuk lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
  1. Tanggung Jawab Sosial
  • Kondisi Kerja: Konsumen dan investor yang semakin peduli, memperhatikan kondisi kerja dan hak-hak pekerja mendorong perusahaan melakukan yang terbaik untuk para pekerjanya.
  • Diversity and Inclusion: Perusahaan yang mempromosikan keberagaman dalam tenaga kerja mereka sering kali dianggap lebih inovatif dan berdaya saing.
  1. Dampak Sosial Positif
  • Komunitas Lokal: Banyak perusahaan berinvestasi dalam program-program yang mendukung komunitas lokal untuk meningkatkan citra dan hubungan dengan masyarakat.
  • Kesadaran Sosial: Konsumen lebih tertarik pada merek yang menunjukkan tanggung jawab sosial dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
  1. Tata Kelola yang Baik
  • Laporan ESG: Perusahaan yang menyediakan laporan ESG yang transparan menunjukkan komitmen mereka terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan.
  • Akuntabilitas: Tata kelola yang baik mencakup sistem pengawasan dan penegakan yang memastikan bahwa perusahaan bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip etis.
  1. Kepercayaan Investor
  • Investasi Bertanggung Jawab: Investor semakin tertarik pada perusahaan yang memenuhi kriteria ESG karena dianggap lebih stabil dan berisiko rendah dalam jangka panjang.
  • Indeks ESG: Banyak indeks saham kini memasukkan kriteria ESG sebagai bagian dari penilaian mereka, mendorong lebih banyak perusahaan untuk menerapkan praktik ESG.

 

Saran Penerapan Environmental Social Governance (ESG) untuk Industri Barang dari Gips untuk Konstruksi

Untuk menerapkan ESG dalam industri barang dari gips untuk konstruksi, ada beberapa langkah yang bisa diambil:

  1. Evaluasi Dampak Lingkungan:
    • Melakukan audit lingkungan untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.
    • Menggunakan teknologi ramah lingkungan dalam proses produksi.
  2. Pengelolaan Sumber Daya:
    • Mengoptimalkan penggunaan bahan baku dan mengurangi limbah.
    • Menerapkan praktik daur ulang dalam produksi.
  3. Kesejahteraan Pekerja:
    • Memberikan pelatihan dan pengembangan bagi karyawan.
    • Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
  4. Transparansi dan Akuntabilitas:
    • Menerapkan kebijakan tata kelola yang baik.
    • Melaporkan kinerja ESG kepada pemangku kepentingan secara berkala.

 

3 Tantangan Penerapan Environmental Social Governance (ESG)

Menerapkan ESG tidak selalu mudah dan dapat menghadapi beberapa tantangan, seperti:

  1. Biaya Awal yang Tinggi: Investasi awal dalam teknologi ramah lingkungan atau program sosial membutuhkan biaya yang cukup tinggi (mahal).
  2. Kompleksitas Pengukuran: Mengukur dampak ESG dapat menjadi kompleks dan memerlukan metrik yang tepat.
  3. Perubahan Budaya: Mengubah budaya perusahaan untuk lebih fokus pada ESG memerlukan waktu dan upaya yang cukup sulit.

 

Menerapkan Environmental Social Governance (ESG) untuk Industri Barang dari Gips untuk Konstruksi

Berikut adalah langkah-langkah praktis untuk menerapkan ESG dalam industri barang dari gips untuk konstruksi:

  1. Penetapan Tujuan ESG:
    • Tentukan tujuan jangka pendek dan jangka panjang dalam bidang lingkungan, sosial, dan tata kelola.
    • Libatkan manajemen puncak dalam proses penetapan tujuan.
  2. Pengukuran dan Pelaporan:
    • Gunakan alat pengukuran yang tepat untuk memantau kinerja ESG.
    • Laporkan hasilnya secara transparan kepada pemangku kepentingan.
  3. Pelatihan dan Edukasi:
    • Berikan pelatihan kepada karyawan tentang pentingnya ESG.
    • Edukasi karyawan tentang cara mengimplementasikan praktik ESG dalam pekerjaan sehari-hari.
  4. Kolaborasi dengan Pihak Ketiga:
    • Bekerjasama dengan konsultan atau organisasi yang memiliki keahlian dalam ESG seperti Actia.
    • Ikut serta dalam inisiatif industri untuk berbagi pengetahuan dan praktik terbaik.

 

Keuntungan Pendampingan Environmental Social Governance (ESG) dari Actia

Actia, konsultan berpengalaman dalam bidang ESG yang dapat membantu perusahaan Anda menerapkan ESG dengan efektif. Berikut adalah beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan bekerja sama dengan Actia:

  • Pengetahuan Mendalam: Actia memiliki tim ahli yang berpengalaman dalam ESG.
  • Pendekatan Terstruktur: Actia menggunakan metodologi yang terstruktur untuk memastikan penerapan ESG yang efektif.
  • Solusi Kustom: Actia menyediakan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan perusahaan Anda.
  • Dampak Positif Jangka Panjang: Dengan pendampingan Actia, perusahaan Anda dapat mencapai kinerja ESG yang lebih baik dan berkelanjutan.

 

Perusahaan di Indonesia yang Bergerak dalam Industri Barang dari Gips

Berikut adalah beberapa perusahaan di Indonesia yang bergerak dalam industri barang dari gips untuk konstruksi:

  1. PT Knauf Plasterboard Indonesia
  • Strategi ESG: Selain menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan, PT Knauf juga memastikan bahwa semua keputusan bisnis diambil dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang dan keseimbangan antara keuangan, lingkungan, dan sosial dengan pelaporan kinerja ESG secara berkala.
  1. PT Siam-Indo Gypsum Industry
  • Strategi ESG: Pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah yang baik, dan peningkatan kesejahteraan pekerja.
  1. PT Aplus Pacific
  • Strategi ESG: Penerapan praktik produksi berkelanjutan, program lingkungan untuk karyawan, dan pelaporan ESG yang transparan.
  1. PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia
  • Strategi ESG: Pengurangan jejak karbon, inisiatif CSR yang berdampak, dan tata kelola perusahaan yang baik.
  1. PT Yoshino Indonesia
  • Strategi ESG: Penerapan teknologi berkelanjutan, program CSR yang mendukung komunitas lokal, dan pelaporan kinerja ESG yang pelaporan ESG yang transparan.

 

Tren ESG dalam dunia industri bukan hanya sebuah mode sementara, tetapi sebuah gerakan yang mencerminkan perubahan mendasar dalam bagaimana perusahaan beroperasi dan berinteraksi dengan lingkungan di sekitar mereka. Dengan meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan, sosial, dan tata kelola membuat persaingan dalam dunia industri semakin ketat. Penerapan ESG selain menjadi suatu kewajiban, tetapi juga merupakan peluang untuk menaikkan value, meningkatkan citra perusahaan dan keberlanjutan jangka panjang. Dengan dukungan dari Actia, perusahaan Anda akan mendapatkan pendampingan yang tepat untuk penerapan Environmental Social Governance (ESG) yang selaras dengan tujuan dan kebutuhan perusahaan. Klik di sini!

 

PT ACTIA BERSAMA SEJAHTERA

Office 1 – Lantai 18, Office 8 – Senopati

Jl. Senopati Jl. Jenderal Sudirman No. 8B, SCBD,

Kebayoran Baru, South Jakarta City, Jakarta 12190


Office 2 – Urban Office – Merr
Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No.470 RT 02 RW 09, Kedung Baruk,

Kec. Rungkut, Surabaya, Jawa Timur 60298

  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Produk
  • Hubungi Kami
  • info@actiacarbon.com