• Beranda
  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Produk
  • Pelatihan
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Produk
  • Pelatihan

Tag: ESG

ESG Services: Develop Your Strategies

ESG Services: Develop Your Strategies

Jasa, Environmental Social Governance (ESG), Pelaporan ESG·May 28, 2025June 10, 2025

ESG Services

Develop your strategies

As the world undergoes a global transformation toward sustainable development, companies are facing a new reality. Business success is no longer solely measured by financial performance, but also by how well an organization manages its environmental, social, and governance (ESG) impacts. ESG has become a strategic framework capturing the attention of global investors, regulators, and increasingly conscious consumers.

What is ESG and Why Does It Matter?

ESG stands for Environmental, Social, and Governance. A framework used to evaluate a company’s sustainability, ethics, and accountability. As stakeholders grow more conscious of climate, equity, and transparency, ESG has become an essential consideration in business operations and investment decisions:

  • Environmental: Assesses how a company impacts and manages the environment. Carbon emissions, waste, energy use, resource efficiency, biodiversity, and supply chain sustainability.
  • Social: Focuses on relationships with employees, local communities, suppliers, and broader social responsibilities such as human rights, workplace safety, and diversity.
  • Governance: Evaluates leadership structures, integrity, transparency, risk management, and compliance with laws and regulations.

While ESG was once viewed as a voluntary initiative, today it is a strategic tool for long-term value creation and risk management.

The Benefits of ESG Implementation

Many companies perceive ESG as an added burden. However, based on our extensive experience supporting organizations of all sizes—from SMEs to multinational corporations—the benefits often exceed expectations:

  1. Easier Access to Capital
    Institutional investors are placing greater emphasis on ESG credentials. Companies with robust ESG disclosures are more likely to secure funding with better terms and longer tenures.

  2. Enhanced Reputation and Consumer Loyalty
    Modern consumers, especially younger generations, favor brands that demonstrate sustainability and ethical values. A strong ESG profile enhances brand equity and customer trust.

  3. Operational and Legal Risk Mitigation
    Through ESG, businesses can proactively identify and address risks such as environmental disasters, labor disputes, and governance failures that could disrupt operations.

  4. Efficiency and Innovation
    ESG encourages the adoption of more efficient and innovative business models—driving cost savings and long-term competitiveness.
esg

Strategic Path to ESG Integration

We recommend a phased, strategic approach for building an effective ESG program:

  1. Initial Assessment & Materiality Mapping
    Identify the ESG issues most relevant to your business and stakeholders through impact mapping and stakeholder engagement.
  1. ESG Policy & Strategy Development
    Create a comprehensive ESG framework that includes a vision, mission, key performance indicators (KPIs), and an implementation roadmap.
  1. Building ESG Reporting Systems
    Utilize tools and methodologies aligned with global standards (e.g., GRI) to collect and report ESG data accurately.
  1. Third-Party Audits & Certifications
    Engage independent bodies to validate your ESG performance. Certifications enhance credibility and transparency with investors and regulators.
  1. Stakeholder Communication and Engagement
    Publish your sustainability report through official channels and establish ongoing dialogue with employees, partners, and the surrounding community.

Common Challenges in ESG Implementation

Despite its benefits, ESG adoption is not without hurdles. Here are some frequent challenges faced by companies:

  • Lack of Internal Awareness
    Many management teams lack a clear understanding of ESG principles and their strategic value, often reducing ESG to a checkbox exercise.
  • Data and Reporting System Gaps
    Accurate and consistent data is the backbone of ESG, yet many companies lack proper systems for tracking emissions, social impacts, or governance performance.
  • Unclear Standards and Frameworks
    With numerous global frameworks (GRI, SASB, TCFD), businesses often struggle to identify the most relevant ones without expert guidance.
  • Time Consuming Process
    Creating a compliant ESG report can take months. Without prior experience, internal teams may become overwhelmed and lose focus on core operations.

Why ACTIA?

Prepare your business for ESG transformation with the support of seasoned professionals. Why choose us?

We have deep expertise in international ESG frameworks, including TCFD, GRI, SBTi, IPCC, and the GHG Protocol.

Our team comprises experienced, multidisciplinary professionals who have handled cross-sectoral ESG projects from extractive industries to manufacturing and services.

With a data-driven approach, we develop structured, audit-ready ESG reports that cover carbon emissions (GHG), social impact, and governance performance.

4. We deliver professional-grade reporting, supported by clear communication, collaborative workflows, and a commitment to timely, high-quality results.

ESG is no longer just a moral responsibility, it’s a strategic asset that defines your company’s resilience and relevance in the future. As consultants, we believe every organization can begin its journey toward sustainability. ESG is not about being perfect, it’s about being transparent, committed, and continuously improving.

Need help developing your ESG strategy, preparing sustainability reports, or conducting an internal audit?

Contact ACTIA for a free initial consultation and discover how ESG can become your company’s competitive advantage.

Contact Us Now
Jasa Pendampingan Environmental Social Governance (ESG) Sektor Industri Besi dan Baja

Jasa Pendampingan Environmental Social Governance (ESG) Sektor Industri Besi dan Baja

Environmental Social Governance (ESG)·August 22, 2024August 21, 2024

Environmental Social Governance (ESG) adalah kerangka kerja yang digunakan untuk mengukur dan mengelola kinerja perusahaan dalam hal lingkungan, sosial, dan tata kelola. ESG mencakup berbagai aspek seperti pengelolaan limbah, emisi gas rumah kaca, hak-hak pekerja, dan transparansi dalam tata kelola perusahaan. Fakta menunjukkan bahwa perusahaan yang menerapkan ESG cenderung memiliki kinerja finansial yang lebih baik dan lebih tahan terhadap risiko.

Pentingnya penerapan ESG dalam industri besi dan baja tidak bisa diabaikan. Industri ini dikenal memiliki dampak yang cukup besar terhadap lingkungan, mulai dari emisi gas rumah kaca, penggunaan energi yang tinggi, hingga limbah industri yang berpotensi mencemari lingkungan. Oleh karena itu, penerapan ESG dapat membantu industri besi dan baja untuk mengurangi dampak negatif tersebut dan meningkatkan keberlanjutan operasional.

Tujuan Utama Environmental Social Governance (ESG)

  1. Melindungi Lingkungan
  • Mengurangi Jejak Karbon: Perusahaan diharapkan untuk meminimalkan emisi karbon mereka dan berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim.
  • Pengelolaan Sumber Daya: Penggunaan sumber daya yang efisien dan berkelanjutan, seperti air dan energi, adalah fokus utama.
  • Pengurangan Limbah: Mengurangi limbah produksi dan mempromosikan daur ulang serta penggunaan kembali.
  1. Meningkatkan Kesejahteraan Sosial
  • Hak Asasi Manusia: Perusahaan harus memastikan tidak adanya pelanggaran hak asasi manusia dalam operasi mereka, termasuk rantai pasokan.
  • Kesejahteraan Karyawan: Kebijakan yang mendukung kesehatan dan keselamatan karyawan, serta keseimbangan kerja-hidup.
  • Dampak Sosial Positif: Berkontribusi pada masyarakat melalui inisiatif sosial dan kegiatan filantropi.
  1. Tata Kelola yang Baik
  • Transparansi dan Akuntabilitas: Perusahaan harus menjaga praktik bisnis yang transparan dan akuntabel kepada pemangku kepentingan.
  • Etika Bisnis: Memastikan bahwa semua operasi dilakukan dengan integritas dan etika yang tinggi.
  • Kepemimpinan yang Bertanggung Jawab: Dewan direksi dan manajemen harus bertindak demi kepentingan jangka panjang perusahaan.

Alasan Pentingnya Environmental Social Governance (ESG) dalam Sektor Industri Besi dan Baja

  1. Mengurangi Dampak Lingkungan
    • Emisi Gas Rumah Kaca: Industri besi dan baja merupakan salah satu penyumbang terbesar emisi CO2.
    • Pengelolaan Limbah: Limbah dari proses produksi harus dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan.
  2. Meningkatkan Efisiensi Energi
    • Konsumsi Energi: Memanfaatkan teknologi untuk mengurangi konsumsi energi dapat menekan biaya produksi.
  3. Mematuhi Peraturan
    • Regulasi Lingkungan: Mematuhi peraturan yang berlaku dapat menghindarkan perusahaan dari sanksi.
  4. Meningkatkan Citra Baik Perusahaan
    • Reputasi: Perusahaan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan cenderung memiliki citra yang lebih baik di mata publik.
  5. Menarik Investor
    • Daya Tarik: Investor cenderung tertarik pada perusahaan yang memiliki kinerja ESG yang baik.

Saran Penerapan Environmental Social Governance (ESG) untuk Sektor Industri Besi dan Baja

  1. Audit Lingkungan
  • Melakukan audit lingkungan secara berkala untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan.
  1. Penggunaan Teknologi Ramah Lingkungan
  • Memanfaatkan teknologi yang dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan konsumsi energi.
  1. Pengelolaan Limbah yang Efektif
  • Menerapkan sistem pengelolaan limbah yang efektif untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
  1. Keterlibatan Stakeholder
  • Melibatkan semua pihak terkait dalam penerapan ESG untuk memastikan keberhasilan program.
  1. Pelatihan dan Edukasi
  • Mengadakan pelatihan dan edukasi bagi karyawan mengenai pentingnya penerapan ESG.

Keuntungan Mendapat Pendampingan Environmental Social Governance (ESG) dari Actia

Actia adalah konsultan handal yang berpengalaman dalam pendampingan penerapan ESG untuk berbagai industri, termasuk industri besi dan baja. Berikut adalah beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dengan menggunakan jasa pendampingan dari Actia:

  1. Pendampingan Ahli
    • Actia memiliki tim ahli yang berpengalaman dalam bidang ESG, sehingga dapat memberikan solusi yang tepat dan efektif.
  2. Audit dan Penilaian
    • Actia akan melakukan audit dan penilaian awal untuk mengetahui kondisi perusahaan dan area yang perlu perbaikan.
  3. Strategi yang Disesuaikan
    • Actia akan menyusun strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi perusahaan.
  4. Pelatihan dan Edukasi
    • Actia menyediakan pelatihan dan edukasi bagi karyawan mengenai pentingnya penerapan ESG.
  5. Monitoring dan Evaluasi
    • Actia akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa penerapan ESG berjalan dengan baik.

Program Environmental Social Governance (ESG) 10 Perusahaan di Sektor Industri Besi dan Baja di Indonesia

  1. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk

PT Krakatau Steel menerapkan program ESG (Environmental, Social, and Governance) dengan fokus pada:

  • Pengelolaan Lingkungan: Mengurangi emisi karbon melalui teknologi ramah lingkungan.
  • Tanggung Jawab Sosial: Pemberdayaan komunitas sekitar pabrik melalui program pendidikan dan kesehatan.
  • Tata Kelola Perusahaan: Transparansi dalam laporan keuangan dan praktek bisnis yang etis.
  1. PT Gunung Raja Paksi Tbk
  • Pengelolaan Limbah Industri: Daur ulang limbah produksi untuk menjaga kelestarian lingkungan.
  • Kesejahteraan Karyawan: Penyediaan fasilitas kesehatan dan keselamatan kerja.
  • Etika Bisnis: Penerapan kebijakan anti-korupsi dan anti-suap.
  1. PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (SPINDO)
  • Pengurangan Emisi: Implementasi sistem kontrol polusi udara yang canggih.
  • Pemberdayaan Masyarakat: Pelatihan keterampilan bagi penduduk setempat.
  • Tata Kelola yang Baik: Kepatuhan terhadap regulasi dan standar internasional.
  1. PT Lion Metal Works Tbk
  • Penghematan Energi: Penggunaan energi terbarukan dalam proses produksi.
  • Keterlibatan Sosial: Mendukung pendidikan bagi anak-anak di sekitar area operasi.
  • Praktek Bisnis Berkelanjutan: Audit berkala untuk memastikan kepatuhan ESG.
  1. PT Jaya Pari Steel Tbk
  • Manajemen Air: Pengolahan air limbah untuk mencegah pencemaran.
  • Kesehatan dan Keselamatan: Program keselamatan kerja untuk mengurangi kecelakaan.
  • Transparansi: Laporan ESG rutin kepada pemegang saham.
  1. PT Growth Steel Group
  • Konservasi Sumber Daya: Mengurangi konsumsi bahan baku dan energi.
  • Komunitas: Program CSR yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan.
  • Governance: Kebijakan yang mendukung keberlanjutan dan anti-suap.
  1. PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk
  • Pengelolaan Emisi: Pemantauan dan pengurangan emisi gas rumah kaca.
  • Pengembangan Masyarakat: Investasi dalam infrastruktur komunitas.
  • Kepatuhan Hukum: Memastikan operasi sesuai dengan peraturan setempat dan internasional.
  1. PT The Master Steel Mfc.
  • Pengurangan Limbah: Proses daur ulang untuk mengurangi limbah produksi.
  • Kesejahteraan Sosial: Program kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat sekitar.
  • Standar Etika: Komitmen terhadap praktik bisnis yang transparan dan bertanggung jawab.
  1. PT Hanil Jaya Steel
  • Pengelolaan Energi: Menggunakan teknologi hemat energi dalam produksi.
  • Tanggung Jawab Sosial: Mendukung kegiatan sosial dan ekonomi lokal.
  • Tata Kelola yang Baik: Implementasi kebijakan anti-korupsi dan transparansi.
  1. PT Gunung Garuda Steel
  • Pengelolaan Lingkungan: Inisiatif untuk mengurangi dampak lingkungan dari operasi.
  • Komunitas: Program pelatihan dan pendidikan untuk masyarakat sekitar.
  • Etika dan Tata Kelola: Menegakkan standar tinggi dalam praktik bisnis dan kepatuhan hukum.

Cara Menerapkan Environmental Social Governance (ESG) dalam Sektor Industri Besi dan Baja

  1. Penilaian Awal
    • Melakukan penilaian awal untuk mengetahui kondisi saat ini dan area yang perlu perbaikan.
  2. Perencanaan dan Strategi
    • Menyusun rencana dan strategi untuk menerapkan ESG dalam operasional perusahaan.
  3. Implementasi
    • Melaksanakan rencana dan strategi yang telah disusun dengan melibatkan semua pihak terkait.
  4. Monitoring dan Evaluasi
    • Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa penerapan ESG berjalan dengan baik.
  5. Pelaporan
    • Menyusun laporan ESG yang transparan dan akurat untuk disampaikan kepada stakeholder.

Dengan penerapan ESG yang baik, industri besi dan baja tidak hanya dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional, mematuhi peraturan, dan meningkatkan citra perusahaan. Actia siap mendampingi perusahaan Anda untuk menerapkan program ESG. Klik di sini!

 

Jasa Pendampingan Environmental Social Governance (ESG) Industri Sektor Barang dari Gips untuk Konstruksi

Jasa Pendampingan Environmental Social Governance (ESG) Industri Sektor Barang dari Gips untuk Konstruksi

Environmental Social Governance (ESG)·August 14, 2024

Environmental Social Governance (ESG) semakin populer dalam dunia industri. ESG mencakup tiga aspek utama: environmental (lingkungan), social (sosial), dan governance (tata kelola). Ketiganya menjadi parameter utama dalam menilai kinerja dan keberlanjutan suatu perusahaan. ESG tidak hanya penting untuk keberlanjutan lingkungan, tetapi juga untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat.

Industri barang dari gips untuk konstruksi memiliki potensi dampak lingkungan yang besar jika tidak dikelola dengan baik. Tidak dapat dipungkiri bahwa industri yang menerapkan ESG cenderung memiliki kinerja yang lebih baik dalam jangka panjang dan lebih menarik bagi investor.

 

Pentingnya Environmental Social Governance (ESG) untuk Industri Barang dari Gips untuk Konstruksi

Industri barang dari gips untuk konstruksi, yang memiliki kode KBLI 23954, mencakup produksi barang-barang dari gips yang digunakan dalam konstruksi, seperti papan, lembaran, dan panel. Selain itu, industri ini juga mencakup produksi bahan bangunan dari substansi tumbuh-tumbuhan yang disatukan dengan plester gips. Penerapan ESG dalam industri ini sangat penting karena beberapa alasan:

  1. Ketaatan Peraturan
    • Memastikan perusahaan mematuhi semua peraturan lingkungan yang berlaku.
    • Menghindari sanksi dan denda dari pemerintah.
  2. Pengelolaan Lingkungan
    • Mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan melalui praktik produksi yang berkelanjutan.
    • Meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi karbon.
  3. Tanggung Jawab Sosial
    • Meningkatkan kesejahteraan pekerja dan komunitas sekitar.
    • Menjalankan program CSR yang bermanfaat bagi masyarakat.
  4. Tata Kelola yang Baik
    • Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan.
    • Menciptakan struktur manajemen yang baik dan bertanggung jawab.
  5. Daya Saing di Pasar
    • Menarik lebih banyak investor dan pelanggan yang peduli dengan keberlanjutan.
    • Meningkatkan reputasi dan citra perusahaan.

 

6 Alasan Environmental Social Governance (ESG) Populer di Dunia Industri

Dalam beberapa tahun terakhir, Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menjadi topik utama dalam dunia industri. ESG mencakup tiga faktor utama yang digunakan untuk mengukur keberlanjutan dan dampak etis dari sebuah perusahaan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa ESG menjadi tren yang sangat penting dalam dunia industri saat ini.

  1. Pengaruh Perubahan Iklim dan Keberlanjutan
  • Perubahan Iklim: Semakin meningkatnya kesadaran akan perubahan iklim membuat banyak perusahaan berfokus pada pengurangan jejak karbon mereka.
  • Keberlanjutan: Perusahaan yang menerapkan praktik berkelanjutan cenderung lebih diminati oleh konsumen yang peduli lingkungan.
  1. Kebijakan Pemerintah
  • Kebijakan Lingkungan: tidak hanya di Indonesia, bahkan pemerintah di seluruh dunia menerapkan regulasi ketat mengenai emisi dan pengelolaan limbah.
  • Inisiatif Global: Perjanjian internasional seperti Perjanjian Paris telah mendorong perusahaan untuk lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
  1. Tanggung Jawab Sosial
  • Kondisi Kerja: Konsumen dan investor yang semakin peduli, memperhatikan kondisi kerja dan hak-hak pekerja mendorong perusahaan melakukan yang terbaik untuk para pekerjanya.
  • Diversity and Inclusion: Perusahaan yang mempromosikan keberagaman dalam tenaga kerja mereka sering kali dianggap lebih inovatif dan berdaya saing.
  1. Dampak Sosial Positif
  • Komunitas Lokal: Banyak perusahaan berinvestasi dalam program-program yang mendukung komunitas lokal untuk meningkatkan citra dan hubungan dengan masyarakat.
  • Kesadaran Sosial: Konsumen lebih tertarik pada merek yang menunjukkan tanggung jawab sosial dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
  1. Tata Kelola yang Baik
  • Laporan ESG: Perusahaan yang menyediakan laporan ESG yang transparan menunjukkan komitmen mereka terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan.
  • Akuntabilitas: Tata kelola yang baik mencakup sistem pengawasan dan penegakan yang memastikan bahwa perusahaan bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip etis.
  1. Kepercayaan Investor
  • Investasi Bertanggung Jawab: Investor semakin tertarik pada perusahaan yang memenuhi kriteria ESG karena dianggap lebih stabil dan berisiko rendah dalam jangka panjang.
  • Indeks ESG: Banyak indeks saham kini memasukkan kriteria ESG sebagai bagian dari penilaian mereka, mendorong lebih banyak perusahaan untuk menerapkan praktik ESG.

 

Saran Penerapan Environmental Social Governance (ESG) untuk Industri Barang dari Gips untuk Konstruksi

Untuk menerapkan ESG dalam industri barang dari gips untuk konstruksi, ada beberapa langkah yang bisa diambil:

  1. Evaluasi Dampak Lingkungan:
    • Melakukan audit lingkungan untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.
    • Menggunakan teknologi ramah lingkungan dalam proses produksi.
  2. Pengelolaan Sumber Daya:
    • Mengoptimalkan penggunaan bahan baku dan mengurangi limbah.
    • Menerapkan praktik daur ulang dalam produksi.
  3. Kesejahteraan Pekerja:
    • Memberikan pelatihan dan pengembangan bagi karyawan.
    • Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
  4. Transparansi dan Akuntabilitas:
    • Menerapkan kebijakan tata kelola yang baik.
    • Melaporkan kinerja ESG kepada pemangku kepentingan secara berkala.

 

3 Tantangan Penerapan Environmental Social Governance (ESG)

Menerapkan ESG tidak selalu mudah dan dapat menghadapi beberapa tantangan, seperti:

  1. Biaya Awal yang Tinggi: Investasi awal dalam teknologi ramah lingkungan atau program sosial membutuhkan biaya yang cukup tinggi (mahal).
  2. Kompleksitas Pengukuran: Mengukur dampak ESG dapat menjadi kompleks dan memerlukan metrik yang tepat.
  3. Perubahan Budaya: Mengubah budaya perusahaan untuk lebih fokus pada ESG memerlukan waktu dan upaya yang cukup sulit.

 

Menerapkan Environmental Social Governance (ESG) untuk Industri Barang dari Gips untuk Konstruksi

Berikut adalah langkah-langkah praktis untuk menerapkan ESG dalam industri barang dari gips untuk konstruksi:

  1. Penetapan Tujuan ESG:
    • Tentukan tujuan jangka pendek dan jangka panjang dalam bidang lingkungan, sosial, dan tata kelola.
    • Libatkan manajemen puncak dalam proses penetapan tujuan.
  2. Pengukuran dan Pelaporan:
    • Gunakan alat pengukuran yang tepat untuk memantau kinerja ESG.
    • Laporkan hasilnya secara transparan kepada pemangku kepentingan.
  3. Pelatihan dan Edukasi:
    • Berikan pelatihan kepada karyawan tentang pentingnya ESG.
    • Edukasi karyawan tentang cara mengimplementasikan praktik ESG dalam pekerjaan sehari-hari.
  4. Kolaborasi dengan Pihak Ketiga:
    • Bekerjasama dengan konsultan atau organisasi yang memiliki keahlian dalam ESG seperti Actia.
    • Ikut serta dalam inisiatif industri untuk berbagi pengetahuan dan praktik terbaik.

 

Keuntungan Pendampingan Environmental Social Governance (ESG) dari Actia

Actia, konsultan berpengalaman dalam bidang ESG yang dapat membantu perusahaan Anda menerapkan ESG dengan efektif. Berikut adalah beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan bekerja sama dengan Actia:

  • Pengetahuan Mendalam: Actia memiliki tim ahli yang berpengalaman dalam ESG.
  • Pendekatan Terstruktur: Actia menggunakan metodologi yang terstruktur untuk memastikan penerapan ESG yang efektif.
  • Solusi Kustom: Actia menyediakan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan perusahaan Anda.
  • Dampak Positif Jangka Panjang: Dengan pendampingan Actia, perusahaan Anda dapat mencapai kinerja ESG yang lebih baik dan berkelanjutan.

 

Perusahaan di Indonesia yang Bergerak dalam Industri Barang dari Gips

Berikut adalah beberapa perusahaan di Indonesia yang bergerak dalam industri barang dari gips untuk konstruksi:

  1. PT Knauf Plasterboard Indonesia
  • Strategi ESG: Selain menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan, PT Knauf juga memastikan bahwa semua keputusan bisnis diambil dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang dan keseimbangan antara keuangan, lingkungan, dan sosial dengan pelaporan kinerja ESG secara berkala.
  1. PT Siam-Indo Gypsum Industry
  • Strategi ESG: Pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah yang baik, dan peningkatan kesejahteraan pekerja.
  1. PT Aplus Pacific
  • Strategi ESG: Penerapan praktik produksi berkelanjutan, program lingkungan untuk karyawan, dan pelaporan ESG yang transparan.
  1. PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia
  • Strategi ESG: Pengurangan jejak karbon, inisiatif CSR yang berdampak, dan tata kelola perusahaan yang baik.
  1. PT Yoshino Indonesia
  • Strategi ESG: Penerapan teknologi berkelanjutan, program CSR yang mendukung komunitas lokal, dan pelaporan kinerja ESG yang pelaporan ESG yang transparan.

 

Tren ESG dalam dunia industri bukan hanya sebuah mode sementara, tetapi sebuah gerakan yang mencerminkan perubahan mendasar dalam bagaimana perusahaan beroperasi dan berinteraksi dengan lingkungan di sekitar mereka. Dengan meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan, sosial, dan tata kelola membuat persaingan dalam dunia industri semakin ketat. Penerapan ESG selain menjadi suatu kewajiban, tetapi juga merupakan peluang untuk menaikkan value, meningkatkan citra perusahaan dan keberlanjutan jangka panjang. Dengan dukungan dari Actia, perusahaan Anda akan mendapatkan pendampingan yang tepat untuk penerapan Environmental Social Governance (ESG) yang selaras dengan tujuan dan kebutuhan perusahaan. Klik di sini!

 

PT ACTIA BERSAMA SEJAHTERA

Office 1 – Lantai 18, Office 8 – Senopati

Jl. Senopati Jl. Jenderal Sudirman No. 8B, SCBD,

Kebayoran Baru, South Jakarta City, Jakarta 12190


Office 2 – Urban Office – Merr
Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No.470 RT 02 RW 09, Kedung Baruk,

Kec. Rungkut, Surabaya, Jawa Timur 60298

  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Produk
  • Hubungi Kami
  • info@actiacarbon.com