Jasa Konsultan ESG:
Membantu Perusahaan Memilih Framework ESG yang Tepat untuk Bisnis Anda

ESG (Environmental, Social, and Governance) kini menjadi bagian penting dalam strategi bisnis modern. Tidak hanya untuk memenuhi tuntutan regulasi, tetapi juga untuk meningkatkan kepercayaan investor, memenuhi permintaan pelanggan, memperkuat daya saing, dan mengelola risiko bisnis jangka panjang.

Namun, ketika perusahaan mulai menerapkan ESG, satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah:

“Framework ESG mana yang paling sesuai untuk perusahaan kami?”

Pertanyaan ini sangat wajar. Saat ini terdapat berbagai framework dan standar ESG yang digunakan di tingkat nasional maupun internasional, seperti GRI Standards, IFRS S1 & IFRS S2 (ISSB), SASB, TCFD, CDP, hingga framework lainnya. Masing-masing memiliki tujuan, pendekatan, dan sasaran pengguna yang berbeda.

Memilih framework hanya karena mengikuti tren atau meniru perusahaan lain belum tentu menjadi keputusan yang tepat. Framework yang kurang sesuai dapat membuat proses implementasi menjadi lebih kompleks, membutuhkan sumber daya yang lebih besar, serta menghasilkan pelaporan yang kurang relevan dengan kebutuhan perusahaan maupun para pemangku kepentingan.

Melalui layanan Jasa Konsultan ESG, Actia membantu perusahaan memahami kebutuhan bisnisnya terlebih dahulu, kemudian memberikan rekomendasi framework yang paling sesuai berdasarkan tujuan perusahaan, karakteristik industri, ekspektasi stakeholder, serta perkembangan regulasi dan praktik terbaik yang berlaku.

Mengapa Pemilihan Framework ESG Sangat Penting?

Framework ESG bukan sekadar pedoman untuk menyusun laporan keberlanjutan. Framework yang dipilih akan menjadi dasar dalam membangun sistem pengelolaan ESG di perusahaan.

Pemilihan framework yang tepat membantu perusahaan untuk:

  • Menentukan isu ESG yang paling material bagi bisnis.
  • Menyusun strategi keberlanjutan yang terarah.
  • Mengidentifikasi data yang perlu dikumpulkan dan dipantau.
  • Memenuhi kebutuhan pelaporan kepada investor, pelanggan, regulator, maupun pemangku kepentingan lainnya.
  • Menghindari proses pelaporan yang terlalu rumit atau tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
  • Mendukung peningkatan kredibilitas dan transparansi perusahaan.

Dengan pendekatan yang tepat sejak awal, implementasi ESG dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi bisnis.

 

Apakah Perusahaan Anda Membutuhkan Pendampingan dalam Memilih Framework ESG?

Setiap perusahaan memiliki tingkat kesiapan ESG yang berbeda. Ada yang baru mulai mengenal ESG, ada pula yang sudah diminta menyampaikan informasi keberlanjutan oleh investor, pelanggan, atau perusahaan induk.

Pendampingan kami dapat menjadi solusi apabila perusahaan Anda:

  • Masih bingung menentukan framework ESG yang paling sesuai.
  • Ingin memahami perbedaan antara GRI Standards, IFRS S1 & IFRS S2 (ISSB), SASB, CDP, TCFD, atau framework lainnya.
  • Baru akan memulai implementasi ESG.
  • Sedang mempersiapkan Sustainability Report pertama.
  • Mendapat permintaan data ESG dari investor, pelanggan, lembaga pembiayaan, atau buyer internasional.
  • Ingin memastikan strategi ESG selaras dengan kebutuhan bisnis dan perkembangan regulasi.
  • Memerlukan pendampingan untuk melakukan materiality assessment dan menentukan indikator ESG yang relevan.
  • Membutuhkan roadmap implementasi ESG yang realistis dan dapat diterapkan secara bertahap.

Melalui assessment awal, kami akan membantu mengevaluasi kondisi perusahaan, memahami tujuan yang ingin dicapai, kemudian merekomendasikan framework ESG yang paling sesuai agar implementasi berjalan lebih efektif dan memberikan nilai tambah bagi bisnis.

Framework ESG yang Umum Digunakan

Tidak ada satu framework yang paling baik untuk semua perusahaan. Pemilihannya bergantung pada tujuan dan kebutuhan masing-masing organisasi. Beberapa framework yang umum digunakan antara lain:

GRI Standards

Cocok bagi perusahaan yang ingin melaporkan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial kepada berbagai kelompok pemangku kepentingan. Framework ini banyak digunakan dalam penyusunan Sustainability Report.

IFRS S1 & IFRS S2 (ISSB)

Berfokus pada pengungkapan risiko dan peluang keberlanjutan yang berdampak terhadap nilai perusahaan. Banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan investor dan pasar modal.

SASB Standards

Menyediakan indikator ESG yang spesifik berdasarkan sektor industri sehingga lebih relevan untuk pelaporan kepada investor.

CDP

Digunakan untuk pelaporan mengenai perubahan iklim, emisi gas rumah kaca, pengelolaan air, dan deforestasi.

TCFD

Berfokus pada identifikasi serta pengungkapan risiko dan peluang yang berkaitan dengan perubahan iklim.

Dalam praktiknya, perusahaan sering kali mengombinasikan beberapa framework agar dapat memenuhi berbagai kebutuhan pelaporan secara bersamaan.

Bagaimana Kami Membantu Perusahaan?

Pendekatan kami dimulai dengan memahami kondisi perusahaan terlebih dahulu, bukan langsung menentukan framework tertentu.

Tahapan pendampingan meliputi:

  • Memahami tujuan implementasi ESG perusahaan.
  • Mengidentifikasi kebutuhan regulator, investor, pelanggan, atau perusahaan induk.
  • Menilai kesiapan data dan proses bisnis yang telah dimiliki.
  • Menganalisis isu ESG yang paling material.
  • Merekomendasikan framework yang paling sesuai.
  • Menyusun roadmap implementasi ESG.
  • Mendampingi proses penyusunan Sustainability Report dan pelaporan ESG apabila dibutuhkan.

Dengan pendekatan tersebut, perusahaan memperoleh solusi yang lebih relevan, efisien, dan sesuai dengan tujuan bisnis.

Mengapa Memilih Kami?

Kami memahami bahwa implementasi ESG bukan hanya tentang memenuhi kewajiban pelaporan, tetapi juga membangun strategi keberlanjutan yang dapat memberikan nilai bagi perusahaan.

Tim kami membantu perusahaan mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan bisnis, bukan sekadar mengikuti tren. Dengan pengalaman dalam berbagai proyek keberlanjutan, kami siap mendampingi mulai dari tahap assessment, pemilihan framework, hingga implementasi dan pelaporan ESG.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah semua perusahaan harus menggunakan framework ESG yang sama?

Tidak. Pemilihan framework bergantung pada sektor industri, tujuan perusahaan, kebutuhan investor, regulasi yang berlaku, serta tingkat kesiapan organisasi.

Apa framework ESG yang paling banyak digunakan?

Beberapa framework yang umum digunakan adalah GRI Standards, IFRS S1 & IFRS S2 (ISSB), SASB, CDP, dan TCFD. Framework yang dipilih sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Apakah perusahaan yang baru memulai ESG memerlukan konsultan?

Ya. Pendampingan sejak awal membantu perusahaan menentukan arah implementasi, memilih framework yang tepat, dan menghindari pekerjaan yang tidak diperlukan.

Apakah satu perusahaan dapat menggunakan lebih dari satu framework?

Bisa. Banyak perusahaan menggunakan kombinasi beberapa framework agar dapat memenuhi kebutuhan regulator, investor, pelanggan, maupun target bisnis internal.

Konsultasikan Kebutuhan ESG Perusahaan Anda

Masih ragu menentukan framework ESG yang paling sesuai?

Tim kami siap membantu melakukan assessment awal, mengevaluasi kebutuhan perusahaan, serta memberikan rekomendasi framework ESG yang relevan dengan tujuan bisnis, karakteristik industri, dan kebutuhan para pemangku kepentingan.

Hubungi kami untuk berdiskusi mengenai kebutuhan ESG perusahaan Anda dan temukan pendekatan yang paling tepat untuk membangun strategi keberlanjutan yang efektif.