Perhitungan emisi gas rumah kaca biasanya dimulai dari data aktivitas, faktor emisi, dan metode perhitungan yang sesuai. Cara ini penting untuk membangun inventarisasi emisi perusahaan. Namun, pada kondisi tertentu, angka hasil perhitungan belum cukup untuk menjawab satu pertanyaan penting: sebenarnya dari mana emisi terbesar terjadi, dan seberapa besar emisi yang dilepaskan dari sumber tersebut di lapangan?
Jawabannya membutuhkan data yang lebih dekat dengan kondisi aktual.
Melalui GHG Flux Measurement, pengukuran gas rumah kaca dilakukan langsung pada sumber atau area yang ingin dikaji untuk mengetahui pelepasan gas seperti CO₂, CH₄, dan N₂O. Data hasil pengukuran kemudian diolah untuk mendapatkan nilai fluks atau laju pelepasan gas berdasarkan metode dan kondisi pengukuran yang digunakan. Pendekatan ini memberikan perspektif yang berbeda dari sekadar menggunakan angka estimasi. Perusahaan dapat melihat kondisi emisi pada titik tertentu, membandingkan antar area, mengidentifikasi lokasi dengan kontribusi emisi yang lebih tinggi, hingga mendapatkan dasar yang lebih kuat untuk menentukan tindakan berikutnya.
Dalam praktiknya, satu nilai emisi pada laporan belum tentu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di setiap bagian fasilitas.
Pada area landfill, misalnya, pelepasan metana dapat berbeda antara satu titik dengan titik lainnya. Hal yang sama dapat terjadi pada lahan gambut, area pertanian, kolam IPAL, instalasi pengolahan limbah, digester biogas, maupun sumber emisi lainnya.
Jika seluruh area diperlakukan dengan asumsi yang sama, perusahaan bisa kehilangan informasi mengenai lokasi yang sebenarnya memberikan kontribusi emisi paling besar.
Akibatnya, investasi pengurangan emisi berisiko diarahkan pada area yang bukan merupakan prioritas utama.
Di sinilah pengukuran langsung menjadi bernilai.
Dengan mengetahui kondisi aktual di lapangan, perusahaan memiliki data untuk menentukan apakah suatu sumber memang perlu mendapatkan intervensi, seberapa besar prioritasnya, dan bagaimana efektivitas tindakan pengurangan emisi dapat dievaluasi setelah dilakukan.
GHG Flux Measurement adalah metode untuk mengukur laju pelepasan atau pertukaran gas rumah kaca dari suatu permukaan atau sumber selama periode tertentu.
Pengukuran dapat dilakukan menggunakan sistem flux chamber yang ditempatkan pada area atau sumber yang menjadi objek kajian. Gas yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknologi pengukuran gas multi-komponen sehingga perubahan konsentrasi gas dapat diamati. Dalam pendekatan ini, alat analisis tidak berdiri sendiri.
Data konsentrasi yang diperoleh dari pengukuran perlu dikombinasikan dengan parameter chamber, waktu pengukuran, luas area, kondisi lingkungan, serta parameter lain yang relevan untuk menghitung nilai flux atau laju emisi.
Karena itu, kualitas hasil akhirnya tidak hanya bergantung pada instrumen yang digunakan, tetapi juga pada desain pengukuran, penentuan titik sampling, prosedur lapangan, pengolahan data, dan interpretasi hasil.
Nilai utama dari layanan ini bukan berhenti pada mengetahui berapa ppm CO₂ atau CH₄ yang terdeteksi. Data tersebut perlu diterjemahkan menjadi informasi yang dapat digunakan perusahaan.
Misalnya, hasil pengukuran menunjukkan bahwa sebagian titik pada suatu area memiliki laju pelepasan metana yang jauh lebih tinggi dibandingkan titik lainnya. Informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk melakukan investigasi lebih lanjut, menentukan area prioritas, atau mengevaluasi efektivitas sistem pengendalian yang sudah berjalan.
Untuk perusahaan yang sedang menjalankan program pengurangan emisi, pengukuran juga dapat digunakan sebagai baseline maupun pembanding setelah tindakan mitigasi dilakukan.
Dengan demikian, perusahaan tidak hanya mengatakan bahwa emisi telah dikurangi. Perubahan tersebut dapat dievaluasi berdasarkan data pengukuran pada kondisi sebelum dan sesudah intervensi, sepanjang desain pengukuran memungkinkan perbandingan yang valid.
Kebutuhan pengukuran GHG Flux dapat muncul pada berbagai sektor. Pada TPA dan fasilitas pengelolaan limbah, pengukuran dapat membantu memahami pelepasan metana dari area tertentu. Pada IPAL dan pengolahan air limbah, pengukuran dapat digunakan untuk mengkaji emisi dari proses atau unit tertentu.
Pada sektor pertanian dan perkebunan, perhatian dapat diarahkan pada emisi CO₂, CH₄, maupun N₂O dari tanah dan area budidaya. Sementara pada lahan gambut, mangrove, kawasan alami, dan proyek berbasis lahan, data flux dapat memberikan informasi mengenai pertukaran gas rumah kaca yang terjadi pada kondisi lapangan.
Kebutuhannya juga dapat berkembang pada sektor biogas, anaerobic digester, energi, pertambangan, hingga kegiatan riset dan pengembangan, terutama ketika perusahaan membutuhkan data emisi yang lebih spesifik dari sumber tertentu.
Setiap perusahaan bisa memiliki tujuan yang berbeda ketika ingin melakukan pengukuran emisi. Ada yang ingin mengetahui sumber emisi terbesar di suatu area, ada yang ingin membandingkan kondisi beberapa lokasi, dan ada pula yang membutuhkan data untuk melihat apakah upaya pengurangan emisi yang sudah dilakukan memberikan hasil.
Karena itu, pengukuran tidak seharusnya dilakukan dengan pendekatan yang sama untuk semua proyek.
Actia akan terlebih dahulu memahami kondisi dan tujuan pengukuran. Dari sana, kami menentukan area yang perlu diperiksa, titik pengukuran yang relevan, jenis gas yang perlu diamati, serta frekuensi pengambilan data yang sesuai dengan kebutuhan studi.
Dengan pendekatan ini, pengukuran tetap fokus pada informasi yang memang dibutuhkan perusahaan. Jika kebutuhannya adalah pemetaan awal untuk menemukan area dengan potensi emisi lebih tinggi, desain pengukurannya dapat dibuat lebih sederhana. Namun, jika data akan digunakan untuk analisis yang lebih mendalam atau evaluasi program mitigasi, pengukuran dapat dirancang dengan cakupan yang lebih lengkap.
Jadi, perusahaan tidak hanya mendapatkan data hasil pengukuran, tetapi data yang memang relevan dengan pertanyaan yang ingin dijawab dan keputusan yang perlu diambil.
Setelah kegiatan selesai, perusahaan tidak hanya menerima kumpulan angka hasil pengukuran.
Hasil pengukuran dapat disusun menjadi laporan yang menjelaskan kondisi sumber emisi, hasil analisis dan perhitungan flux, perbandingan antar titik atau area, identifikasi area dengan nilai relatif lebih tinggi, serta interpretasi terhadap kondisi yang ditemukan di lapangan.
Jika dibutuhkan, hasil tersebut dapat dilanjutkan dengan rekomendasi area prioritas dan opsi tindak lanjut pengurangan emisi.
Dengan cara ini, data pengukuran dapat menjadi bagian dari proses yang lebih besar: mengukur, memahami sumber emisi, menentukan prioritas, melakukan perbaikan, kemudian mengevaluasi kembali hasilnya.
Pengukuran emisi tentu memiliki biaya. Karena itu, pertanyaan yang wajar dari manajemen adalah: apa manfaatnya bagi perusahaan?
Nilainya terletak pada kualitas keputusan yang dihasilkan setelah perusahaan memiliki data yang lebih spesifik.
Ketika sumber emisi terbesar belum diketahui dengan baik, perusahaan dapat menghabiskan anggaran untuk berbagai program pengurangan emisi tanpa mengetahui apakah investasi tersebut benar-benar menyasar sumber yang paling memberikan dampak.
Sebaliknya, data hasil pengukuran dapat membantu mempersempit fokus. Perusahaan dapat menentukan area mana yang perlu ditangani lebih dahulu, mengevaluasi apakah sistem yang sudah diterapkan bekerja sesuai harapan, dan menghindari pengeluaran untuk tindakan yang kurang relevan.
Artinya, GHG Flux Measurement bukan pengganti inventarisasi GRK, tetapi menjadi lapisan data tambahan ketika perusahaan membutuhkan pemahaman yang lebih spesifik mengenai kondisi emisinya.
Data ini juga dapat menjadi titik awal untuk kajian yang lebih luas, seperti penyusunan GHG Inventory, carbon footprint, identifikasi peluang reduksi emisi, hingga penyusunan strategi dekarbonisasi.
Setiap perusahaan memiliki karakteristik sumber emisi yang berbeda. Karena itu, keputusan pengurangan emisi juga sebaiknya tidak hanya didasarkan pada asumsi umum.
Actia Carbon menyediakan layanan pengukuran dan kuantifikasi fluks gas rumah kaca dengan pendekatan yang disesuaikan dengan tujuan studi, karakteristik sumber, kebutuhan data, dan kondisi lapangan.
Jika perusahaan sedang mencari sumber emisi yang perlu diprioritaskan, ingin memperoleh baseline pengukuran, atau membutuhkan data untuk mengevaluasi program pengurangan emisi, diskusikan kebutuhan pengukurannya bersama tim Actia.
Hubungi Actia Carbon untuk mendapatkan rekomendasi desain pengukuran yang sesuai dengan kondisi proyek Anda.