Potong 50% Biaya Investasi Anda dengan Dana dari Jepang

Program JCM membayar separuh biaya proyek efisiensi energi & energi terbarukan perusahaan Anda. Actia adalah satu-satunya konsultan yang membangun sistem ini dari nol, selama 11 tahun.

Sudah Tahu Harus Hijau,
Tapi Biaya Investasinya
Besar Sekali?

Biaya investasi terlalu besar

Proyek solar rooftop, waste heat recovery, atau efisiensi mesin butuh miliaran rupiah. Susah dapat persetujuan dari direksi.

Tidak tahu cara dapat subsidi

Ada dana dari Jepang, tapi prosesnya rumit. Butuh koneksi ke pihak Jepang, metodologi MRV, dan dokumen teknis yang kompleks.

Regulasi karbon semakin ketat

ETS diperluas, EU CBAM berlaku 2026, OJK mewajibkan laporan iklim. Perusahaan yang tidak siap akan kena denda dan kehilangan pasar ekspor.

Program JCM:
Jepang Bayar 50%,
Anda Untung 100%

Joint Crediting Mechanism (JCM) adalah kerja sama resmi Indonesia–Jepang. Pemerintah Jepang membayar separuh biaya modal proyek efisiensi energi atau energi terbarukan Anda, bukan pinjaman, ini hibah/subsidi langsung.

  • Subsidi hingga 50% dari total investasi awal
    Langsung memotong biaya modal yang Anda keluarkan hari ini
  • Payback period turun dari 6 tahun menjadi 1–3 tahun
    Dengan modal awal yang terpotong 50%, investasi balik jauh lebih cepat
  • Ditambah kredit karbon sebagai pendapatan baru
    Proyek JCM menghasilkan kredit karbon yang bisa dijual di pasar domestik & internasional
  • Cocok untuk industri, manufaktur, BUMN, dan properti komersial
    Solar, biomassa, mini-hydro, waste heat recovery, efisiensi mesin, dan lainnya

Pembagian biaya investasi proyek Anda

Subsidi resmi dari Ministry of Environment Jepang — bukan pinjaman, bukan hutang, bukan syarat bunga.

❌ Tanpa JCM
Rp 20 M
100% dari kantong perusahaan Anda
✅ Dengan JCM (via Actia)
Rp 10 M
Anda hanya bayar 50% — Rp10M dari Jepang langsung

Apa yang Sudah Dicapai Klien Kami?

Bukan janji! ini angka nyata dari proyek-proyek yang sudah berjalan di Indonesia.

$0M

Total nilai investasi proyek yang berhasil mendapat subsidi JCM di Indonesia

0

Proyek energi terbarukan & efisiensi energi yang selesai dikelola tim Actia

1–3 th

Estimasi payback period rata-rata proyek dengan subsidi JCM 50%

0 MW

Proyek terbesar: pembangkit listrik waste heat recovery PT Semen Indonesia

4 Langkah Dapat Subsidi JCM

Kami urus semuanya. Anda tinggal tunggu hasilnya.

Cek Kelayakan

Kami analisis fasilitas, jenis proyek, dan potensi subsidi yang bisa Anda dapatkan. Gratis, tanpa komitmen.

 

 

⏱ 1–2 minggu

Desain Proyek & Matchmaking

Kami hubungkan dengan technology provider Jepang yang tepat dan desain metodologi MRV sesuai standar resmi.

⏱ 4–8 minggu

Pengajuan & Seleksi

Kami dampingi proses seleksi resmi ke Japan Ministry of Environment — mulai dokumen sampai presentasi.

 

⏱ 4–12 minggu

Proyek Jalan & Kredit Karbon

Subsidi cair, proyek beroperasi, dan kami bantu monetisasi kredit karbon dari proyek Anda secara berkelanjutan.

 

⏱ Ongoing

Mengapa Harus Actia?

Konsultan JCM Paling Berpengalaman di Indonesia

✅ Kepala JCM 2014–2018

Dicky Edwin Hindarto

Founder Actia Carbon & Senior Advisor JCM Indonesia-Japan
 

🏗️Orang yang membangun sistem JCM Indonesia dari nol sebagai Kepala Sekretariat JCM 2014–2018, mengelola 48 proyek senilai USD 170 juta

🤝Mengkoordinasikan 7 Kementerian Indonesia dan 4 Kementerian Jepang — memiliki akses langsung ke decision maker di kedua negara

📜Mengembangkan 28 metodologi MRV resmi yang sampai sekarang digunakan untuk semua proyek JCM di Indonesia

🌍Mantan Lead Negotiator Indonesia untuk Carbon Market di UNFCCC, mewakili Indonesia di forum iklim dunia

30 tahun pengalaman di energi, sudah melatih Pertamina, PLN, Toyota, dan OJK dalam carbon pricing

Pernah bekerja dengan / melatih:

Klien yang Sudah Merasakan Manfaatnya

Pertangaan Umum yang Sering Ditanyakan

Program JCM terbuka untuk perusahaan manufaktur, BUMN, swasta menengah–besar yang ingin investasi di proyek solar, biomassa, mini-hydro, waste heat recovery, efisiensi mesin/boiler, atau teknologi rendah karbon lainnya. Kami akan cek kelayakan spesifik perusahaan Anda secara gratis dalam sesi konsultasi pertama.
Subsidi JCM dari Japan Ministry of Environment mencapai hingga 50% dari total biaya investasi awal. Misalnya, proyek senilai Rp20 miliar — Jepang menanggung hingga Rp10 miliar. Jumlah pasti tergantung jenis proyek, teknologi, dan skala investasi.
Dari awal asesmen hingga persetujuan subsidi biasanya membutuhkan 3–6 bulan, tergantung kompleksitas proyek dan jadwal seleksi dari pihak Jepang. Actia mendampingi seluruh proses ini sehingga waktu jauh lebih efisien dibanding mengurus sendiri.
Ini adalah subsidi/hibah — bukan pinjaman, bukan kredit, tidak ada kewajiban pengembalian dana kepada Jepang. Satu-satunya “imbalannya” adalah proyek Anda menghasilkan kredit karbon JCM yang dicatatkan ke sistem Jepang sebagai kontribusi mereka terhadap target iklim.
Pak Dicky Edwin, founder Actia, adalah orang yang membangun seluruh sistem JCM Indonesia sebagai Kepala Sekretariat JCM 2014–2018. Ia yang merancang 28 metodologi MRV resmi, memfasilitasi 125 feasibility study, dan mengelola proyek senilai USD 170 juta. Tidak ada konsultan lain di Indonesia yang memiliki akses dan track record setara di dalam sistem JCM.
Ya. Proyek JCM menghasilkan kredit karbon yang bisa dijual di pasar karbon domestik (IDX Carbon) maupun internasional. Actia juga mendampingi proses MRV (Measuring, Reporting, Verification) dan monetisasi kredit karbon secara berkelanjutan setelah proyek beroperasi.
Konsultasi awal untuk cek kelayakan 100% gratis. Biaya jasa akan dibahas secara transparan setelah kami mengetahui scope proyek Anda. Model bisnis kami mencakup retainer pendampingan dan success fee — artinya kami juga punya kepentingan agar proyek Anda berhasil mendapat subsidi.

 ⏰ Seleksi JCM periode FY2025–2027 sedang berjalan · Daftar sekarang untuk tidak ketinggalan

Cek Apakah Perusahaan Anda Layak Dapat Subsidi 50% Ini

Gratis. Tanpa komitmen. Kami analisis potensi subsidi JCM untuk perusahaan Anda dalam 1 sesi konsultasi.