Actia carbon membantu perusahaan menyusun laporan keberlanjutan ESG berbasis data, termasuk pengukuran emisi karbon dan indikator keberlanjutan yang relevan. Laporan dapat disusun agar selaras dengan kebutuhan GRI, ISSB/PSPK, POJK, buyer global, dan strategi keberlanjutan perusahaan. Hasilnya: akses green financing, kontrak ekspor aman, dan reputasi perusahaan naik kelas.
97%
perusahaan tbk sudah wajib lapor ESG ke OJK
2026
CBAM EU berlaku penuh — ekspor Indonesia terancam
70%
investor global memutuskan investasi berdasar ESG
Laporan ESG yang belum tersusun dengan baik berpotensi membuat Anda kesulitan menjawab kebutuhan regulator, investor, buyer, dan stakeholder. Terutama ketika data lingkungan, sosial, tata kelola, serta emisi karbon belum terdokumentasi secara rapi dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
CBAM (pajak karbon impor Uni Eropa) berlaku penuh mulai 2026. Importir UE perlu melaporkan data emisi yang sudah terverifikasi dan menyertakan sertifikat CBAM, pemasok di luar UE juga diminta menyediakan data emisi yang lebih lengkap.
⚠️ Risiko: permintaan data emisi dan biaya karbon dari buyer UE dapat meningkat.
Bank Mandiri, BNI, BRI sudah mensyaratkan laporan keberlanjutan ESG untuk pinjaman hijau (sustainability-linked loan) dengan bunga lebih rendah. Perusahaan biasanya diminta menunjukkan data ESG, target keberlanjutan, dan indikator kinerja yang dapat diverifikasi. Laporan ESG yang rapi dapat membantu proses penilaian tersebut.
⚠️ Risiko: peluang pembiayaan hijau lebih sulit dinilai tanpa data ESG yang memadai.
POJK No.51/2017 sudah mewajibkan perusahaan publik, emiten, dan lembaga keuangan untuk menyusun serta menyampaikan laporan keberlanjutan setiap tahun. Bagi perusahaan yang termasuk dalam cakupan regulasi ini, keterlambatan atau ketidaksesuaian pelaporan berpotensi menerima sanksi administratif.
⚠️ Risiko: sanksi + reputasi turun
Lebih dari 70% investor global kini menjadikan skor ESG sebagai syarat utama. Tanpa laporan ESG yang kredibel, saham Anda tidak masuk radar fund manager internasional.
⚠️ Dampak: valuasi lebih rendah dari kompetitor
Banyak perusahaan menghabiskan 3–6 bulan setiap tahun hanya untuk mengumpulkan data emisi dari berbagai departemen — karena tidak ada sistem MRV yang benar sejak awal.
⚠️ Biaya tersembunyi: ratusan jam kerja per tahun
Perusahaan multinasional (FMCG, manufaktur, tambang) kini mensyaratkan bukti emisi karbon dari rantai pasokan mereka. Tanpa dokumen MRV, Anda gugur di seleksi awal.
⚠️ Dampak: kehilangan kontrak potensial miliaran
Regulasi Perpres 110/2025 baru berlaku. CBAM baru masuk fase finansial. OJK sedang finalisasi aturan baru laporan keberlanjutan berbasis ISSB. Perusahaan yang menyiapkan data lebih awal akan siap menjawab kebutuhan regulator, buyer, investor, dan lembaga pembiayaan.
Actia membantu perusahaan membangun sistem dari pengukuran emisi aktual dan menyusun laporan ESG berbasis data. Mulai dari pengukuran emisi, pengelolaan data keberlanjutan, hingga penyusunan laporan yang dapat digunakan untuk kebutuhan investor, buyer, pembiayaan berkelanjutan, dan strategi bisnis perusahaan.
Vendor lain hanya bisa audit energi atau membuat laporan ESG. Actia Carbon mengintegrasikan keduanya, data emisi real dari lapangan langsung menjadi angka yang valid di laporan ESG Anda. Dengan alur kerja yang terintegrasi, data lebih mudah ditelusuri, lebih konsisten, dan siap digunakan untuk laporan keberlanjutan.
Rekomendasi kami murni berbasis data emisi aktual perusahaan Anda, bukan driven by upselling produk lain. Kredibilitas laporan kami lebih tinggi di mata investor dan regulator.
Proses konvensional butuh 4–6 bulan. Dengan metodologi terstruktur dan template terstandarisasi Actia, laporan pertama Anda siap dalam 60 hari kerja. Durasi penyusunan disesuaikan dengan kesiapan data, cakupan laporan, dan kompleksitas perusahaan.
Kami tidak membuat Anda bergantung. Setelah engagement, Actia Carbon membantu menyiapkan alur pengumpulan data, template MRV, dan panduan kerja agar tim internal perusahaan dapat memperbarui data emisi secara lebih mandiri pada periode pelaporan berikutnya.
Laporan kami dibuat dengan format yang diakui CBAM Uni Eropa dan memenuhi persyaratan sustainability-linked loan bank-bank besar Indonesia. Jadi satu laporan, bisa dipakai untuk beberapa keperluan sekaligus.
Actia mengintegrasikan audit energi, MRV emisi, dan penyusunan laporan ESG dalam satu proses. Pendekatan ini membantu perusahaan menyiapkan data yang lebih konsisten untuk kebutuhan ESG, buyer global, pembiayaan berkelanjutan, dan pelaporan keberlanjutan.
70%+
60 Hari
0.5–2%
2026
Dengan laporan ESG dan MRV emisi yang terstruktur, perusahaan lebih siap menghadapi kebutuhan buyer, investor, regulator, dan peluang pembiayaan berkelanjutan.
💰 ROI langsung terasa
💸Bayar bunga pinjaman reguler — lebih mahal dari kompetitor yang punya green loan
🚫Ekspor ke Eropa terancam kena tarif tambahan CBAM mulai 2026
📋Risiko sanksi OJK dan reputasi buruk di pasar modal
📉Investor asing tidak melirik saham Anda — valuasi tertahan
⏰Tim internal habis waktu kumpulkan data dari nol setiap tahun
❓Tidak tahu berapa emisi karbon perusahaan Anda sebenarnya
✅Akses sustainability-linked loan — hemat bunga ratusan juta per tahun
✅Data emisi terverifikasi untuk CBAM — ekspor ke Eropa aman dan kompetitif
✅Compliant penuh dengan OJK, Perpres 110/2025, dan standar internasional
✅Skor ESG meningkat — radar investor institusional global menyala
✅Sistem MRV internal siap jalan — update tahunan jadi mudah dan cepat
✅Baseline emisi terukur — potensi kredit karbon siap dimonetisasi
Anda tidak perlu siapkan apapun dari awal. Tim kami yang handle segalanya.
Konsultan ESG biasa hanya membantu mengisi template laporan dengan data yang Anda berikan — tanpa verifikasi data emisi dari lapangan. Actia Carbon melakukan pengukuran emisi aktual (MRV) terlebih dahulu, lalu data terverifikasi itu menjadi backbone laporan ESG Anda. Hasilnya: laporan yang kredibel dan diterima regulator, investor, dan buyer internasional.
Ya. Laporan kami disusun sesuai POJK No.51/2017, SEOJK No.16/2021, standar GRI (Global Reporting Initiative), dan mengadopsi framework ISSB yang akan diwajibkan OJK mulai 2026. Kami juga menyertakan disclosure emisi sesuai Perpres 110/2025 untuk kepatuhan penuh.
Secara regulasi, POJK 51/2017 mewajibkan perusahaan publik/emiten. Namun perusahaan swasta non-Tbk sangat diuntungkan dengan laporan ESG karena: (1) bisa akses green financing dari bank, (2) bisa mengikuti tender perusahaan besar yang mensyaratkan data emisi rantai pasokan, (3) mempersiapkan diri untuk IPO atau ekspansi ke pasar internasional.
Proses standar membutuhkan 60 hari kerja dari kick-off hingga laporan final diserahkan. Untuk proyek dengan banyak fasilitas atau scope yang lebih luas, bisa mencapai 90 hari. Ini jauh lebih cepat dari rata-rata industri yang membutuhkan 4–6 bulan.
Ya, khusus untuk sektor yang tercakup CBAM (besi, baja, aluminium, semen, pupuk, listrik, dan hidrogen). Data emisi MRV kami disusun sesuai metodologi yang kompatibel dengan persyaratan pelaporan CBAM Regulation (EU) 2023/956. Importir EU yang membeli produk Anda bisa langsung menggunakan data ini untuk pengajuan CBAM certificate.
Tidak harus. Bagian dari paket Actia adalah transfer sistem dan capacity building — tim internal Anda dilatih untuk bisa update data emisi dan laporan tahunan secara mandiri. Kami juga menyediakan paket annual maintenance opsional untuk review dan validasi data jika Anda ingin dukungan berkelanjutan.
Konsultasi 30 menit gratis dengan tim ahli Actia Carbon. Kami analisis kebutuhan spesifik perusahaan Anda dan jelaskan langkah konkret yang perlu diambil — tanpa basa-basi, tanpa komitmen.